Operasional Lembaga

Cara Menghadapi Murid yang Mengganggu di Kelas Kelas: Tahapan Teguran Awal Hingga Pemindahan Kelas

Tangani murid yang mengganggu dengan aturan bertahap yang sudah dibaca setiap keluarga saat pendaftaran. Pengajar menenangkan anak dengan tenang di dalam kelas, orang tua diberi tahu pada hari yang sama begitu perilakunya berulang, dan opsi pemindahan ke kelompok yang lebih kecil atau jadwal lain ditawarkan sebelum ada pembicaraan soal berhenti. Insiden keselamatan langsung disampaikan kepada orang tua.

Cara Menghadapi Murid yang Mengganggu di Kelas Kelas: Tahapan Teguran Awal Hingga Pemindahan Kelas

Kelas yang Terus Terhenti

Pengajar menghentikan pelajaran untuk ketiga kalinya dalam satu jam karena anak yang sama, lalu saat penjemputan dua orang tua bertanya apakah anak mereka bisa pindah ke kelompok lain. Jalan keluarnya adalah aturan yang sudah disepakati lembaga sebelum sore itu, yaitu apa yang dilakukan pengajar di dalam kelas, kapan orang tua diberi tahu, dan apa yang berubah jika perilaku tersebut terus berulang.

Tanpa aturan tersebut, setiap pengajar akan berimprovisasi sendiri-sendiri. Ada yang membiarkannya sampai akhirnya hilang kesabaran, ada yang menyuruh anak keluar ruangan, dan keluarga baru mendengar masalahnya ketika mereka diminta untuk berhenti. Aturan bertahap yang singkat melindungi anak, murid lain di kelompok itu, dan pengajarnya sekaligus.

Perilaku Seperti Apa yang Termasuk Mengganggu?

Mengganggu berarti perilaku yang berulang kali menghentikan murid lain belajar, misalnya berteriak saat pengajar berbicara, terus-menerus meninggalkan tempat duduk, merebut peralatan, atau mengalihkan perhatian murid lain. Perilaku ini berupa pola sepanjang satu pelajaran atau beberapa sesi, bukan satu momen yang buruk.

Anak kecil yang belum bisa duduk diam selama anak yang lebih besar tidak termasuk dalam kondisi sini. Hal yang sama berlaku bagi anak yang kebingungan karena levelnya tidak sesuai atau anak yang gugup di minggu-minggu pertamanya, karena masalahnya terletak pada kecocokan dan masa adaptasi sehingga perlu penanganan yang berbeda dari langkah di bawah ini.

Memukul, menggigit, melempar barang ke orang lain, atau berlari keluar gedung adalah insiden keselamatan, bukan sekadar perilaku mengganggu. Insiden seperti ini langsung melewati tahap-tahap awal. Pengajar terlebih dahulu memastikan kelompok aman, lalu orang tua diberi tahu pada hari itu juga.

Apa yang Dilakukan Pengajar di Dalam Kelas?

Mulailah dari penataan ruangan. Dudukkan anak di dekat pengajar dan jauh dari teman yang memancing perilakunya, lalu beri tugas seperti membagikan lembar kerja atau menghitung kembali anggota kelompok. Banyak anak yang mengganggu sebenarnya bosan atau ragu, dan sebuah peran bisa menjawab keduanya.

Jika perilakunya berlanjut, gunakan isyarat diam terlebih dahulu, lalu teguran singkat secara pribadi yang menyebut perilakunya, bukan pribadi anaknya, misalnya meminta anak mengangkat tangan alih-alih berteriak menimpali teman-temannya. Jangan pernah mempermalukan anak di depan kelompok, dan jangan pernah mengancam dengan apa yang akan dilakukan orang tuanya.

Langkah berikutnya adalah jeda singkat untuk menenangkan diri, jauh dari kegiatan tetapi tetap di dalam ruangan dan dalam pengawasan pengajar. Anak tidak pernah dibiarkan sendirian di lorong, tidak pernah disuruh keluar tanpa pengawasan, dan tidak pernah dilarang mengakses fasilitas air minum atau ke toilet.

Hukuman fisik tidak pernah dibenarkan dalam bentuk apa pun. Pengajar juga tidak memegangi anak, kecuali untuk mencegah bahaya yang terjadi saat itu juga.

Setelah kelas, pengajar menulis dua atau tiga baris catatan tentang apa yang terjadi, apa yang sudah dicoba, dan bagaimana respons anak. Catatan inilah yang mengubah sekadar perasaan tentang seorang anak menjadi pola yang bisa dilihat siapa pun.

Saat yang Tepat untuk Memberi Tahu Orang Tua

Tidak setiap pelajaran yang kurang kondusif perlu dilaporkan ke rumah, dan orang tua yang diberi tahu setiap hal kecil lama-kelamaan berhenti mendengarkannya. Beri tahu orang tua pada hari yang sama ketika jeda menenangkan diri diperlukan, ketika perilaku yang sama muncul lagi di beberapa sesi berturut-turut, atau setelah insiden keselamatan apa pun.

Pengajar menyampaikan kabar singkat dengan nada netral saat penjemputan, lalu lembaga menindaklanjutinya secara pribadi, melalui telepon atau tatap muka. Jangan pernah membahasnya di grup chat kelas atau di dekat orang tua lain, dan jangan pernah mengirim catatan pengajar sebagai keluhan. Tujuannya adalah menjadikan orang tua sebagai mitra di rumah, bukan menjadikan orang tua sebagai pihak yang disalahkan.

Membuka Percakapan dengan Orang Tua

Ceritakan apa yang terjadi, bukan seperti apa anaknya. Menyampaikan bahwa anak meninggalkan tempat duduknya beberapa kali dalam dua kelas terakhir, dan Anda sudah mencoba mendudukkannya di dekat pengajar, akan diterima jauh berbeda dibanding menyebut anak tersebut pengganggu.

Setelah itu, tanyakan apa yang dilihat orang tua di rumah atau di sekolah, serta apa yang membantu anak mereka menjadi tenang. Orang tua sering mengetahui hal yang tidak Anda ketahui, seperti kehadiran adik baru, masa ujian, kurang tidur, pindah sekolah, atau hari yang panjang sebelum kelas sore.

Sepakati satu atau dua hal yang akan dicoba dalam beberapa sesi berikutnya, juga kapan Anda akan berbicara lagi. Jika orang tua menyebut diagnosis atau kebutuhan khusus, percakapannya bergeser dari soal perilaku menjadi soal dukungan, dan panduan kami tentang anak berkebutuhan khusus yang bergabung di kelas membahas apa yang perlu ditanyakan dan disepakati.

Apa Isi Aturan Tertulis Saat Pendaftaran?

Cantumkan satu paragraf singkat tentang perilaku dalam syarat pendaftaran yang disetujui setiap keluarga, lalu sampaikan secara lisan saat trial class atau pelajaran pertama. Keluarga jauh lebih mudah menerima aturan yang sudah mereka baca sebelumnya dibanding aturan yang baru mereka temui ketika anak mereka sendiri yang dibicarakan.

Cukup tulis dalam beberapa kalimat sederhana. Pengajar mengarahkan perilaku dengan tenang dan tidak pernah memberikan hukuman fisik, dan orang tua diberi tahu pada hari yang sama ketika sebuah pola mulai terlihat atau setelah insiden keselamatan apa pun. Jika pola tersebut berlanjut, lembaga dapat menyarankan kelompok, jadwal, atau format lain, dan aturan biaya untuk pindah kelas atau berhenti sama seperti aturan yang berlaku untuk setiap perubahan kelas.

Baca kembali aturan pengembalian dana dan pindah kelas milik Anda sebelum menulis kalimat terakhir itu, supaya aturan perilaku tidak menjanjikan sesuatu yang tidak tercantum di sana. Jika ada keluarga yang mengeluhkan cara sebuah kasus ditangani, perlakukan seperti keluhan lainnya, sebagaimana dibahas dalam menangani komplain orang tua.

Perlukah Anak Dipindahkan ke Kelas Lain?

Sering kali perlu, dan tawarkan sebagai pilihan yang lebih cocok, bukan sebagai hukuman. Kelompok yang lebih kecil, jadwal yang lebih awal sebelum anak lelah, level yang sesuai dengan kemampuannya, atau beberapa sesi privat masing-masing bisa memperbaiki perilaku yang tidak akan pernah membaik di kelompok sore yang penuh.

Ajukan pemindahan setelah rencana yang disepakati sudah dicoba dengan cukup waktu, dan beri orang tua beberapa pilihan alih-alih sebuah perintah. Jika belum ada kelompok yang lebih kecil untuk ditawarkan, panduan kami tentang kapan membuka kelas baru saat kelas penuh mungkin bisa membantu Anda menemukannya.

Di Happy Kamper, jadwal kelas dikelola oleh lembaga, sehingga pemindahan ke kelompok atau jadwal lain merupakan perubahan jadwal yang dilakukan lembaga, dan pengajar dapat mengirim catatan perkembangan agar keluarga melihat perkembangan anak di kelas barunya. Platform ini menyimpan apa yang ditulis staf Anda, tetapi tidak mendeteksi pola perilaku anak untuk Anda, karena hal tersebut tetap berasal dari catatan pengajar dan penilaian Anda sendiri.

Orang Tua Lain di Kelompok yang Sama

Orang tua lain pasti akan bertanya, dan wajar jika mereka peduli pada pelajaran anak mereka sendiri. Sampaikan bahwa lembaga sudah mengetahui masalahnya dan sedang menanganinya, tanpa pernah menyebut nama anak tersebut, menggambarkan keluarganya, atau membagikan apa yang diceritakan orang tuanya.

Selanjutnya, tindak lanjuti anak mereka, bukan anak yang satunya. Tanyakan kepada pengajar apakah anak mereka mendapat perhatian yang cukup, dan jika waktu belajar di kelas memang banyak yang hilang, sampaikan apa yang akan berbeda dalam beberapa sesi berikutnya.

Bolehkah Lembaga Meminta Keluarga Berhenti?

Boleh, sebagai tahap terakhir dan bukan tahap kedua. Sebelum sampai di titik itu, lembaga semestinya sudah memiliki catatan dari beberapa sesi, sudah berbicara dengan orang tua, sudah mencoba rencana yang disepakati, dan setidaknya sekali menawarkan kelompok, jadwal, atau format yang berbeda.

Keputusannya berada di tangan pemilik atau pengelola lembaga, tidak pernah di tangan pengajar seorang diri. Sampaikan kepada orang tua secara tatap muka, jelaskan apa saja yang sudah dicoba, dan selesaikan sisa biaya yang belum terpakai sesuai aturan pengembalian dana yang disetujui keluarga saat pendaftaran.

Biarkan pintu tetap terbuka untuk format lain atau periode kelas berikutnya. Pada usia ini, anak-anak berubah dengan cepat.

Pengajar Juga Perlu Memahami Aturannya

Jelaskan aturan bertahap ini ketika pengajar baru mulai bekerja, dan bahas langkah-langkah di dalam kelas sebelum mereka menghadapi kelompok sulit pertamanya. Pengajar yang tahu persis apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan akan lebih tenang, dan pengajar yang tenang mencegah separuh dari kasus seperti ini.

Tanyakan kabar pengajar setelah sesi yang berat, dan untuk kelompok anak kecil, pertimbangkan seorang asisten pada minggu-minggu pertama periode kelas. Aturan ini bekerja dengan cara yang sama di bimbel maupun di sekolah musik atau tari, yaitu tenangkan kelas terlebih dahulu, beri tahu keluarga sejak awal dengan cara yang baik, dan ubah kelasnya sebelum Anda melepas keluarganya.

Artikel Terkait

Siapa yang Boleh Menjemput Anak? SOP Penjemputan Anak Selain Orang Tua
Berapa Banyak Murid yang Ideal per Tutor? Ukuran Kelas Bimbel Berdasarkan Mata Pelajaran dan Tingkatan
Kelas Renang Batal karena Hujan atau Kolam Tutup, Siapa yang Menanggung Sesi yang Hilang?

Untuk pemilik lembaga

Kelola lembaga Anda dengan Happy Kamper

Jadwal, penagihan, absensi, dan update untuk orang tua dalam satu tempat. Lihat demo langsung kami, atau bicara dengan tim kami tentang kebutuhan lembaga Anda.

Lihat Demo
Lebih suka WhatsApp? Chat kami