Cara Mengajari Anak Naik Sepeda Roda Dua Tanpa Roda Bantu
Lepas pedal sepeda dan turunkan sadelnya sampai si kecil bisa duduk dengan kedua telapak kaki menapak rata di tanah. Biarkan anak berjalan, lalu mendorong dengan kaki, kemudian meluncur dengan kaki terangkat. Begitu ia bisa meluncur dan berbelok selama beberapa detik, pasang lagi pedalnya dan ajari cara mulai mengayuh dan cara berhenti.
Masalahnya ada di urutan belajar, bukan di anaknya
Roda bantu sudah dilepas, si kecil mulai mengayuh pedal pertamanya, lalu sepedanya langsung terguling ke samping. Hal ini terjadi karena roda bantu menahan sepeda tetap tegak, jadi anak belajar mengayuh tapi nggak pernah belajar menjaga keseimbangan, padahal keseimbangan justru harus dikuasai lebih dulu.
Makanya, Mams, ajarkan dua keterampilan ini dengan urutan terbalik. Caranya, lepas dulu pedalnya, biarkan si kecil belajar meluncur, lalu pasang lagi pedalnya setelah urusan keseimbangan beres.
Apa saja yang perlu disiapkan sebelum sesi pertama?
Mams bisa mulai dari memegang sepeda dulu. Pertama, lepas roda bantunya, lalu lepas juga kedua pedalnya. Untuk mengendurkan pedal di sisi mana pun, putar kunci pas ke arah belakang sepeda, karena pedal kiri punya ulir terbalik dan cara ini berlaku untuk kedua sisi.
Setelah itu, turunkan sadel sampai si kecil, saat duduk di atasnya, bisa menapakkan kedua telapak kaki rata di tanah dengan lutut sedikit ditekuk. Anak yang berjinjit nggak akan merasa aman, dan anak yang nggak merasa aman nggak akan mau mengangkat kakinya.
Helm sebaiknya terpasang lurus di dahi, nggak miring ke belakang, dengan tali yang cukup kencang sehingga helm nggak bergeser saat anak menggelengkan kepala. Jangan lupa pakaikan helm di setiap sesi, termasuk sesi pertama saat si kecil baru menuntun sepedanya.
Untuk tempat latihan, jalan setapak yang mulus atau area parkir yang kosong, jauh dari mobil maupun motor, adalah pilihan terbaik, kalau bisa dengan sedikit turunan landai di salah satu ujungnya. Rumput memang terasa lebih empuk saat jatuh, tapi permukaannya menahan laju roda dan bikin anak jauh lebih susah meluncur.
Latih keseimbangan lebih dulu
Langkah pertama adalah berjalan. Si kecil duduk di sadel dan menuntun sepeda ke depan dengan kaki menapak di tanah dan tangan memegang setang. Coba ulangi terus sampai ia nggak lagi menunduk melihat kakinya.
Langkah kedua adalah meluncur (scooting). Mereka mendorong dengan kedua kaki secara bersamaan, makin lama makin cepat setiap kali mendorong, dan mengangkat kakinya sesaat di antara dorongan tersebut. Di tahap ini kaki masih berfungsi sebagai rem, jadi bilang ke anak untuk menurunkan kedua kakinya kapan pun ia ingin berhenti.
Langkah ketiga adalah meluncur. Setelah beberapa dorongan kuat, si kecil mengangkat kedua kaki dan menahannya di atas selama sepeda masih melaju. Mams bisa menghitung detiknya keras-keras, supaya anak punya angka yang ingin ia kalahkan.
Langkah keempat adalah berbelok. Coba minta si kecil meluncur membentuk lengkungan lebar di sekeliling Mams, lalu ke arah sebaliknya, sambil melihat ke arah tujuan dan bukan ke roda depan, karena sepeda akan mengikuti arah pandangan mata. Anak sudah siap memakai pedal kalau ia bisa meluncur beberapa detik dengan kaki terangkat dan berbelok di tikungan yang lebar tanpa menurunkan kaki.
Kapan pedalnya dipasang lagi?
Pedal baru dipasang lagi setelah si kecil lulus uji meluncur tadi, entah itu butuh satu sore atau beberapa sesi singkat. Mams bisa memasang kembali pedalnya dengan memutar kunci pas ke arah depan sepeda, yang akan mengencangkan pedal di kedua sisi.
Sebaiknya biarkan sadel tetap di posisi rendah yang sama untuk sesi mengayuh pertama, supaya si kecil masih bisa menahan diri dengan kakinya. Setelah itu, naikkan sadel sedikit demi sedikit begitu anak sudah lancar memulai dan berhenti.
Bagaimana cara mengajari anak mulai mengayuh?
Mams bisa mulai dengan sepeda dalam posisi diam, lalu minta si kecil menaruh satu kaki di atas pedal. Setelah itu, putar pedal tersebut supaya posisinya ke atas dan sedikit ke depan, persis melewati titik paling atas putarannya. Inilah posisi kayuhan awal yang paling bertenaga.
Minta si kecil menekan pedal tersebut dengan kuat sambil mengangkat kaki satunya di saat yang sama. Dorongan ini membuat sepeda melaju cukup cepat untuk tetap seimbang, persis seperti gerakan meluncur yang sudah ia kuasai. Berikutnya, ia tinggal mencari pedal kedua dan terus mengayuh.
Kalau Mams ingin membantu, pegang si kecil dengan ringan di bahu atau di bagian belakang bajunya, jangan pernah di sadel atau di setang. Memegang sadel membuat sepeda tetap tegak berkat tangan Mama Papa, sehingga keseimbangan yang baru dipelajari anak jadi hilang, dan memegang setang membuat anak nggak bisa belajar mengarahkan sepeda.
Bagaimana cara anak belajar untuk berhenti?
Sebaiknya ajarkan cara mengerem saat si kecil masih berjalan di samping sepedanya, sebelum ia mengendarainya. Coba tunjukkan tuas atau gerakan pedal mana yang berfungsi sebagai rem, lalu minta ia menekannya sambil berjalan supaya ia merasakan sepedanya tertahan.
Saat sudah di atas sepeda, jadikan cara berhenti sebagai latihan tersendiri. Si kecil mengayuh pelan, mengerem dengan lembut dan merata, lalu menurunkan kedua kaki begitu sepeda sudah berhenti. Mams bisa mengulanginya sampai berhenti terasa membosankan buat anak.
Bagaimana kalau belum berhasil?
Sebaiknya setiap sesi dibuat singkat dan disudahi saat si kecil masih ingin lanjut. Anak yang capek atau frustrasi lebih sering oleng, lebih sering jatuh, dan lebih ingat pengalaman jatuhnya.
Kalau anak terus berhenti sambil berjinjit atau nggak mau mengangkat kakinya, turunkan lagi sadelnya. Kalau sepedanya oleng dan berbelok-belok, cek ke mana arah pandangan mereka, lalu beri ia sesuatu untuk dilihat yang letaknya lebih jauh di depan. Begitu juga saat si kecil jadi takut setelah jatuh, Mams bisa mundur satu tahap untuk sisa sesi itu, ke tahap mendorong atau meluncur, lalu menutup sesi dengan hal yang sudah bisa ia lakukan.
Tempat untuk terus berlatih
Jalan setapak di taman yang sepi pada pagi hari di akhir pekan cocok untuk terus berlatih, dan bersepeda bareng juga bisa jadi kegiatan rutin yang seru, seperti dibahas di panduan kegiatan ayah dan anak di akhir pekan. Artikel kami tentang manfaat bermain di luar untuk anak menjelaskan kenapa waktu seperti ini layak dijaga. Kalau si kecil ingin kegiatan yang lebih terstruktur, activity finder membantu Mama Papa mencari kelas olahraga di sekitar rumah, dan kuis aktivitas bisa jadi cara cepat untuk menentukan apa yang mau dicoba berikutnya.
