Kelas Online Anak Saat Udara di Luar Nggak Sehat, 5 Pilihan yang Bisa Diikuti dari Rumah
Percakapan bahasa, musik, menggambar, coding, dan storytelling adalah lima format kelas yang tetap jalan melalui panggilan video saat anak di rumah. Tentukan dulu durasi sesinya sesuai usia sebelum menentukan mata pelajarannya, taruh layarnya di ruangan yang dipakai bersama, dan minta satu sesi percobaan sebelum kamu bayar untuk satu periode penuh.
Berapa lama sebaiknya satu kelas online untuk usia anak kamu?
Kelas di luar ruangan batal, sekolah memulangkan semua anak lebih awal, dan ada satu sore penuh yang harus diisi dengan sesuatu yang lebih baik daripada bermain game di tablet. Ada lima format kelas tetap bertahan saat dipindahkan ke layar tanpa berubah jadi video yang cuma ditonton anak, yaitu percakapan bahasa, musik, menggambar, coding dan robotik, serta storytelling. Masing-masing menuntut hal yang berbeda dari ruangan, perangkat, dan anaknya, jadi baca dulu keterangan di daftar aktivitas soal cara kelasnya berjalan sebelum kamu memilih berdasarkan mata pelajarannya.
Setelah itu, mulai dari batas hariannya, bukan dari mata pelajarannya. Panduan IDAI untuk orang tua menaruh batas screen time di tidak lebih dari dua jam sehari untuk anak berusia di atas dua tahun. Direktorat kesehatan di Kemenkes memuat panduan screen time dari WHO untuk anak yang lebih kecil, yaitu tidak direkomendasikan sama sekali untuk anak di bawah satu tahun maupun usia satu sampai dua tahun, sedangkan anak usia tiga sampai empat tahun boleh, tapi tidak lebih dari satu jam sehari dan tetap didampingi orang dewasa.
Baca batasan tersebut sebagai total harian, bukan sebagai durasi satu kelas, karena kekeliruan itulah yang mengubah kelas bagus jadi sore yang berantakan. Kalau anak usia empat tahun cuma punya satu jam untuk seharian dan kelasnya menghabiskan semuanya, nggak ada sisa untuk video call ke neneknya. Setengah jam adalah booking yang masuk akal di usia itu.
Kelas percakapan bahasa, satu anak satu pengajar
Berbicara adalah keseluruhan aktivitasnya, jadi nggak ada yang hilang saat kelas ini pindah ke panggilan video. Karena itu percakapan bahasa jadi format paling aman untuk kamu booking pertama kali.
Yang perlu dipastikan sebelum booking adalah apakah kelasnya untuk satu anak atau untuk grup. Di kelas grup anak kamu bicara hanya sebagian kecil dari durasi dan mendengarkan sisanya, dan itu produk berbeda dengan harga yang berbeda pula. Tanyakan berapa anak yang berada satu sesi dan apakah jumlah tersebut dibatasi.
Headphone lebih berguna untuk format ini dibanding kamera yang lebih bagus. Bunyi konsonan adalah hal yang sedang dilatih anak untuk didengar dan diucapkan, dan speaker laptop di ruangan berkipas akan menelan bunyi tersebut.
Kelas musik, sudut kamera lebih menentukan daripada koneksi
Pengajar musik perlu melihat tangan, alat musik, dan postur anak, sedangkan video call secara standar cuma menampilkan wajah. Putar perangkatnya ke posisi mendatar dan letakkan di tempat pengajar akan seharusnya berdiri, bukan di tempat orang tua biasanya duduk.
Dua orang nggak bisa bermain musik bersamaan secara pas melalui video call. Jedanya memang kecil tapi fatal untuk bermain bareng, jadi pengajar yang paham format ini akan memainkan satu frasa lalu mendengarkan anak memainkannya kembali. Kalau trial class-nya hanya untuk usaha bermain bersama-sama, pengajar tersebut belum pernah mengajar online.
Tanyakan apa saja yang perlu disiapkan anak. Stand, alat musik yang sudah disetel, dan kursi dengan tinggi yang pas cuma butuh beberapa menit untuk disiapkan sebelumnya, tapi bisa memakan separuh pelajaran pertama kalau belum siap.
Menggambar dan melukis, format yang tahan koneksi lemah
Bentuknya berupa demonstrasi lalu dilanjutkan kerja mandiri yang tenang, dan bentuk seperti itulah yang paling tahan terhadap koneksi jelek. Kalau tampilannya membeku semenit, anak tetap menggambar dan pelajarannya berlanjut dari titik terakhir.
Minta daftar alat dan bahannya sebelum sesi pertama, bukan sesudahnya. Kelas yang dibangun di atas kertas cat air dan satu kuas tertentu adalah komitmen yang berbeda dari kelas yang bisa jalan dengan apa pun yang sudah ada di laci, dan jauh lebih enak mengetahui hal tersebut sejak awal.
Kameranya tetap perlu melihat kertasnya di satu titik dalam pelajaran. Ponsel yang disandarkan ke tumpukan buku sambil mengarah ke bawah menghadap meja sudah cukup.
Coding dan robotik, kelas yang butuh keyboard komputer/laptop
Ini format yang paling sering gagal karena alasan yang sama sekali nggak berhubungan dengan cara mengajarnya. Tablet nggak bisa dipakai untuk kelas ini, karena anak butuh laptop atau desktop, mouse, dan akun di platform yang dipakai kelasnya, yang sudah dibuat dan sudah login sebelum sesi dimulai.
Tanyakan platform-nya apa, dan apakah akunnya milik anak atau milik lembaga kursusnya. Kalau milik lembaga, tanyakan apa yang terjadi pada karya anak saat periodenya berakhir, karena anak yang nggak bisa membuka lagi proyeknya sendiri di kemudian hari kehilangan hal yang paling dia banggakan.
Kelas robotik terbagi jadi dua, yaitu yang butuh kit fisik di rumah kamu dan yang mensimulasikan robotnya di layar. Keduanya sama-sama kelas sungguhan, tapi cuma satu yang datang dengan ongkos kirim dan sekotak komponen kecil.
Storytelling dan public speaking, kenapa kelas grup lebih cocok di sini?
Inti dari format ini adalah adanya penonton, dan kelas privat justru menghilangkan hal tersebut. Anak yang bercerita ke satu orang dewasa di layar sebenarnya sedang latihan membaca, sedangkan anak yang sama bercerita ke beberapa anak lain yang kemudian menanggapi baru benar-benar melakukan hal yang jadi tujuan kelas ini.
Jadi pertanyaannya bukan seberapa kecil grupnya, melainkan seberapa sering tiap anak dapat giliran tampil. Sesi yang isinya dua anak tampil dan sisanya menonton masih wajar kalau cuma sekali. Kalau di-booking untuk satu periode penuh, hal tersebut bisa berarti anak kamu cuma bicara sekitar tiga minggu sekali.
Format ini juga yang paling bikin anak pemalu di depan kamera jadi mandek. Sampaikan hal tersebut ke pengajarnya sebelum sesi pertama, bukan baru ketahuan saat sesinya sudah berjalan.
Di mana layarnya sebaiknya diletakkan, dan sejauh apa dari anak?
IDAI cukup spesifik soal ruangannya. Letakkan komputer atau perangkatnya di tengah rumah, di ruang keluarga atau ruang makan, dan jangan biarkan anak membawanya sendirian ke kamar tidur. Aturan ini berlaku untuk kelas yang sudah di-booking sama seperti untuk pemakaian bebas, dan justru lebih gampang ditegakkan kalau kelasnya punya jam tetap.
Kemenkes memberi ukuran jaraknya. Sekitar empat puluh sampai lima puluh sentimeter antara mata dan ponsel, dan lima puluh sampai enam puluh untuk komputer, yang praktisnya menggunakan meja, bukan pangkuan atau di kasur. Kursi yang bikin kaki anak sampai ke lantai lebih berguna untuk postur daripada nasihat apa pun soal duduk tegak.
Untuk matanya, Kemenkes menyarankan jeda mata secara berkala, yaitu setiap dua puluh menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar enam meter selama dua puluh detik. Di kelas yang durasinya panjang, jeda seperti itu sebaiknya sudah disiapkan pengajarnya, dan wajar kalau kamu menanyakannya sebelum booking.
Apa yang perlu kamu tanyakan sebelum bayar?
Minta satu sesi dulu sebelum mengambil satu periode penuh. Trial class memberi tahu kamu lebih banyak soal apakah pengajar ini sanggup memegang anak kamu melalui panggilan video dibanding deskripsi kurikulum mana pun, dan penyedia yang percaya diri dengan formatnya biasanya menyediakannya.
Tanyakan apa yang terjadi kalau satu sesi terlewat. Video bikin rekaman jadi gampang, jadi kelas yang nggak menawarkan rekaman maupun jadwal pengganti sudah membuat pilihan, dan lebih baik kamu tahu sebelum pertama kali anak sakit.
Tanyakan siapa saja yang ada di sisi pengajarnya, dan apakah orang tua boleh ikut menyimak. Untuk anak kecil, menonton beberapa menit jalannya kelas jauh lebih memberi gambaran dibanding bertanya sesudahnya.
Tanyakan apa yang harus sudah siap sebelum sesi pertama. Setiap format di atas punya biaya persiapan, entah dalam bentuk menit atau dalam bentuk sekali belanja, dan kelas yang nggak pernah menyebutkannya adalah kelas yang mulainya berantakan.
Mulai dari yang mana dulu?
Urutkan berdasarkan apa yang sedang dilakukan tangan anak, bukan berdasarkan yang katanya paling dia suka. Di kelas bahasa dan storytelling, layar adalah pusat aktivitas utama dan anak menatapnya secara terus-menerus, jadi taruh kelas itu di awal hari dan buat durasinya pendek. Di kelas musik, menggambar, dan coding, tangan anak sibuk dan layar cuma jadi jendela ke pengajarnya, jadi kelas ini lebih nyaman ditaruh di ujung durasi yang lebih panjang dari batas harian kamu.
Kalau belum ada yang di-booking, daftar aktivitas adalah tempat semua kelasnya terkumpul, dan activity finder mempersempit pilihan berdasarkan usia dan minat kalau kamu lebih suka menjawab beberapa pertanyaan daripada mengscroll satu per satu. Baca keterangan tiap kelas soal cara kelasnya benar-benar berjalan sebelum booking, karena mata pelajaran yang sama dijual dalam dua bentuk.
Sisanya adalah bagian setelah kamu memilih. Panduan lengkap booking aktivitas anak online di Indonesia membahas apa yang perlu dicek di keterangan sebuah kelas dan apa saja yang kamu setujui pada pembayaran pertama.
