Belajar Melalui Bermain dan Kenapa Ini Penting buat Anak Usia Dini di Indonesia
Buat anak di bawah 6 tahun, bermain adalah cara utama mereka belajar. Permainan terbuka membangun bahasa, motorik, kemampuan sosial, serta dasar berpikir matematika dan sains. Itulah kenapa kurikulum PAUD Indonesia dibangun di atas pembelajaran berbasis bermain. Kamu bisa mendukungnya di rumah dengan bahan sederhana yang terbuka, lalu mundur sejenak alih-alih mengarahkan.
Kenapa Bermain Jadi Cara Utama Anak Kecil Belajar?
Buat anak di bawah 6 tahun, bermain bukan jeda dari belajar, justru jadi cara utama mereka menyerap hal baru. Saat balita mengisi dan menuang air, dia sedang mengenal volume dan sebab-akibat, lho. Ketika anak-anak berebut mainan, mereka sedang melatih negosiasi, melihat sudut pandang orang lain, dan regulasi emosi. Begitu si kecil menyusun menara balok lalu merobohkannya, dia mengalami langsung konsep fisika dan mengasah pemecahan masalah. Makanya kerangka pendidikan anak usia dini di seluruh dunia, termasuk kurikulum PAUD Indonesia (Permendikbud 137/2014), dibangun di atas pembelajaran berbasis bermain, bukan pengajaran formal untuk usia di bawah 6 tahun.
Apa Saja Jenis Bermain dan Apa yang Dikembangkan Masing-Masing?
Bermain eksplorasi seperti menyentuh, mencicipi, dan mengamati, mengasah pemrosesan sensorik, rasa ingin tahu, serta pemikiran ilmiah dini. Jenis ini paling pas didukung dengan bahan beragam, mulai dari pasir, air, tanah liat, sampai aneka tekstur. Bermain pura-pura atau simbolik, misalnya memerankan skenario dan main rumah-rumahan, mengembangkan bahasa, pemikiran naratif, empati, dan pemahaman peran sosial. Bermain konstruktif seperti menyusun, membuat, dan berkreasi, melatih penalaran spasial, motorik halus, kegigihan, dan pemikiran matematis. Bermain fisik seperti berlari, memanjat, dan berguling, membangun motorik kasar, kesadaran tubuh, kemampuan menilai risiko, dan kesehatan jantung. Bermain sosial lewat permainan beraturan dan kegiatan kooperatif, menumbuhkan negosiasi, kemampuan bergiliran, penyelesaian konflik, dan regulasi emosi.
Gimana Cara Mendukung Belajar Lewat Bermain di Rumah?
Kamu nggak butuh mainan mahal atau persiapan ribet untuk mendukung belajar lewat bermain. Bahan main yang paling berharga buat perkembangan justru yang sifatnya terbuka, yaitu balok, pasir, air, tanah liat, barang rumah tangga sederhana, dan area bebas di luar rumah. Mainan terbuka itu mainan yang bisa dipakai si kecil dengan banyak cara berbeda. Contohnya kardus bekas, satu set balok kayu, atau kumpulan benda alami dari kebun. Peran kamu sebagai orang tua dalam pembelajaran berbasis bermain terutama menyediakan waktu, ruang, dan bahan yang aman, lalu mundur sejenak. Coba tahan keinginan untuk mengarahkan permainan atau menunjukkan ke si kecil cara "yang benar" menggunakannya. Cukup ajukan pertanyaan terbuka, misalnya lagi bikin apa, itu fungsinya apa, atau gimana kalau dicoba begini.
Memilih Program Kegiatan yang Menjunjung Belajar Lewat Bermain
Saat menilai preschool atau program enrichment buat anak di bawah 6 tahun, coba cek sinyal pembelajaran berbasis bermain berikut, antara lain bahan terbuka di kelas seperti balok, perlengkapan seni, dan meja air. Perhatiin juga ada tidaknya periode kegiatan yang dipilih murid sendiri, ukuran kelompok kecil yang memungkinkan interaksi guru dan anak, pengajar yang lebih banyak bertanya daripada menyuruh, serta waktu bergerak atau aktivitas luar ruangan di setiap sesi. Program yang menekankan lembar kerja, hafalan, atau hasil kompetitif buat usia di bawah 6 tahun sebenarnya berlawanan dengan praktik perkembangan terbaik. Bukan berarti hasilnya pasti jelek, tapi hal itu layak banget kamu timbang dibandingkan dengan alternatif berbasis bermain.
