Les Biola Anak Bikin Lebih Pintar? Ini Kata Riset
Kemungkinan besar tidak, setidaknya tidak seperti yang disiratkan sekolah musik. Kajian bukti terbesar tidak menemukan manfaat kognitif atau akademis yang meyakinkan dari les musik setelah kualitas studinya diperhitungkan. Biola tetap worth it dipelajari, demi musiknya sendiri. Latihan singkat setiap hari yang menempel pada rutinitas yang sudah ada, itulah yang bikin anak bertahan.
Apakah Les Biola Anak Sejak Dini Mendorong Tumbuh Kembang Kognitif?
Kemungkinan besar tidak, dan hal ini perlu dikatakan terus terang, karena hampir semua sekolah musik menyiratkan sebaliknya. Gagasan biola sejak dini membentuk otak yang lebih tajam dan fokus diulang begitu sering sampai kebanyakan orang tua menganggapnya sudah jadi ilmu yang final. Nyatanya tidak, dan bukti terkuat justru menunjuk ke arah yang berlawanan.
Kajian paling lengkap sampai saat ini menggabungkan lima puluh empat studi yang mencakup hampir tujuh ribu anak. Begitu para peneliti memperhitungkan seberapa baik rancangan tiap studi, manfaat pada kemampuan berpikir umum dan hasil sekolah pun lenyap. Kamu bisa membaca meta-analisis 2020 oleh Sala dan Gobet di Memory and Cognition secara utuh, dan kesimpulan mereka tegas, les musik sebaiknya tidak dipakai sebagai alat peningkat kemampuan kognitif.
Semua ini sama sekali tidak berarti biola cuma membuang-buang pagi Sabtu, lho. Artinya, alasan jujur untuk memulai berbeda dari alasan yang dijual ke kamu, dan memahami itu mengubah harapanmu sekaligus seberapa lama kamu bertahan.
Apa yang Sebenarnya Ditunjukkan Riset?
Studi satu per satu memang menemukan peningkatan, dan itulah kenapa klaim anak jadi lebih pintar punya umur sepanjang ini. Sebuah studi 2018 di Frontiers in Neuroscience mengikuti 147 anak sekolah dasar selama dua setengah tahun, dan menemukan kelompok yang mendapat pendidikan musik membaik pada inhibisi, perencanaan, serta kecerdasan verbal dibandingkan dengan kelompok seni rupa dan kelompok tanpa seni. Sebelumnya, sebuah studi 2009 di Journal of Neuroscience menemukan perubahan struktur otak yang terukur pada anak usia enam tahun setelah lima belas bulan les alat musik.
Lalu kenapa kajian gabungannya keluar datar? Jawabannya ada pada siapa yang dijadikan pembanding si anak. Kalau kamu membandingkan anak yang belajar alat musik dengan anak yang tidak melakukan apa-apa secara khusus, kelompok musiknya memang terlihat lebih unggul, tapi kamu tidak mendapat banyak informasi, karena aktivitas mingguan terorganisir apa pun bersama orang dewasa yang penuh perhatian bisa saja memberi hasil serupa.
Coba bandingkan mereka dengan anak yang mengikuti aktivitas terstruktur lain, lalu bagikan anak ke kelompok secara acak, dan keunggulan itu sebagian besar menghilang. Ada celah kedua yang perlu kamu tahu, nih.
Hampir tidak ada riset ini yang secara khusus membahas biola. Studi otak 2009 memakai les keyboard, sedangkan kebanyakan lainnya memperlakukan les musik sebagai satu kategori luas. Belum ada yang membuktikan biola melakukan sesuatu pada anak yang tidak dilakukan piano atau gitar.
Kenapa Biola Anak Tetap Layak Dipelajari?
Alasannya, memainkan musik itulah intinya, bukan efek sampingnya. Anak yang bisa mengangkat biola dan membuat sesuatu terjadi sudah mendapat keterampilan nyata yang mungkin dia bawa seumur hidup, dan itu berdiri sendiri tanpa perlu menaikkan nilai matematika demi membenarkan biayanya. Membingkai musik sebagai latihan otak diam-diam mengatakan musiknya sendiri belum cukup, dan anak-anak sadar ketika hal yang mereka cintai diperlakukan sebagai pelengkap.
Kajian yang sama, yang tidak menemukan manfaat kognitif itu, mencatat hasil non-kognitif seperti harga diri dan perilaku prososial mungkin punya cerita berbeda, meski kajian tersebut hati-hati menyebut buktinya juga belum final. Yang tidak diragukan justru lebih sederhana. Belajar alat musik mengajari anak untuk menekuni sesuatu secara perlahan, tampil buruk di depan guru, lalu tetap kembali minggu depan.
Biola memang menuntut kebiasaan fisik sejak awal. Alat ini tidak punya fret, jadi pemainnya menemukan setiap nada melalui telinga dan rasa, sedangkan lengan penggeseknya adalah keterampilan terpisah yang dipelajari bersamaan.
Guru umumnya menyarankan mulai sejak kecil karena alasan itu, bukan karena otaknya. Kalau kamu sedang menimbang soal waktu, panduan kami tentang usia berapa anak sebaiknya mulai les musik membahas gambarannya per alat musik, sedangkan manfaat lebih luas dari kegiatan ekstrakurikuler menempatkan musik berdampingan dengan pilihan lainnya.
Apa Tiga Cara Sederhana untuk Mendorong Latihan?
Pertama, buatlah latihannya singkat dan harian ketimbang panjang dan mingguan. Beberapa menit yang fokus hampir setiap hari mengalahkan satu sesi berat menjelang les, dan cara termudah supaya menempel yaitu menyambungkan latihan ke sesuatu yang memang sudah terjadi, misalnya tepat setelah makan malam atau sebelum waktu layar. Rutinitas itulah yang membawa kebiasaannya di hari-hari saat motivasi tidak muncul.
Kedua, pujilah usahanya, bukan bakatnya. Sebutkan apa yang benar-benar membaik, misalnya baris ketiga terdengar lebih bersih atau geseknya lebih lurus, karena anak yang dibilang berbakat alami punya segalanya untuk hilang begitu sebuah lagu terasa sulit. Masukan yang spesifik juga memberi tahu si kecil kamu memang mendengarkan sungguh-sungguh, dan itu lebih berharga daripada tepuk tangan.
Ketiga, berilah latihan itu tujuan yang jelas. Bermain di depan penonton, bahkan cuma satu kakek atau nenek melalui panggilan video, mengubah pengulangan jadi persiapan dan memberi minggu itu sebuah arti.
Target kecil bekerja dengan cara yang sama, satu lagu siap di akhir bulan jauh lebih memotivasi daripada latihan tiap hari selamanya. Untuk anak yang lebih kecil, coba deh ikut duduk di kelasnya dan mencatat, karena pendekatan Suzuki mengharapkan orang tua jadi pelatih di rumah, sedangkan anak di bawah tujuh tahun tidak bisa menyusun ulang isi les sendirian.
Poin Penting
Klaim biola sejak dini mendorong tumbuh kembang kognitif tidak didukung bukti terbaik yang tersedia, dan kajian terbesar menemukan efeknya lenyap begitu kualitas studi dikendalikan. Studi yang menemukan peningkatan biasanya membandingkan murid musik dengan anak yang tidak melakukan apa-apa, bukan dengan anak yang mengikuti aktivitas terstruktur lain.
Tidak ada riset yang memisahkan biola dari alat musik lain, jadi klaim soal otak yang khusus biola sama sekali tidak punya dasar. Kamu bisa mempelajari biola karena memainkan musik itu memang worth it, dan karena hal ini mengajari anak menekuni sesuatu yang sulit dengan sabar. Latihan singkat setiap hari yang menempel pada rutinitas yang sudah ada, pujian spesifik atas usaha, serta penonton yang nyata akan lebih berpengaruh pada kemajuan daripada janji apa pun soal IQ, lho.



