Operasional Lembaga

Catatan Wajib Saat Orang Tua Membayar Biaya Les Secara Tunai

Tulis kuitansi selagi uangnya masih ada di meja, lengkap dengan nomor dari buku bernomor urut, nama anak, dan periode yang dibayar. Hitung isi kotak kasir terhadap kuitansi hari itu sebelum ditutup, lalu catat selisihnya tanpa mengubah isi buku. Catatan itulah yang akan menyelesaikan perbedaan pendapat tiga bulan kemudian.

Catatan Wajib Saat Orang Tua Membayar Biaya Les Secara Tunai

Mengapa pembayaran tunai bisa berujung masalah?

Seorang ibu menyatakan sudah membayar untuk bulan Maret di meja depan, sementara kartu pembayaran yang dia simpan hanya berisi centang tanpa nominal di sampingnya. Satu-satunya catatan lain adalah satu baris tulisan yang dibuat seseorang di buku catatan setelah kelas dimulai, dan baris itu bertuliskan bulan April. Perbedaan pendapat ini sudah tidak bisa diselesaikan, karena tidak ada satu pun catatan yang dibuat saat uangnya berpindah tangan dan menyebut bulan apa yang dibayar.

Tiga hal gagal dengan urutan seperti itu di lembaga berskala kecil. Catatannya ditulis tangan dan tidak lengkap, salinan milik orang tua hilang, lalu rekap akhir bulan tidak cocok dengan uang yang benar-benar masuk.

Ketiganya diperbaiki di meja depan, bukan di akhir bulan. Pembahasan berikutnya akan mengulas isi kuitansinya, siapa yang memegang uang sebelum disetor ke bank, dan hitungan singkat yang membuktikan keduanya cocok.

Tujuh hal yang wajib ada di setiap kuitansi

Gunakan buku kuitansi bernomor urut yang dilengkapi dengan kertas karbon untuk setiap pembayaran tunai, termasuk untuk pembayaran bernominal kecil. Orang tua membawa lembar atasnya, buku kuitansi menyimpan lembaran karbonnya, dan nomor tersebut yang mengikat keduanya selama buku itu Anda simpan.

Ada tujuh hal yang wajib tertulis di kuitansi, dan yang paling sering dilewati biasanya tiga hal terakhir. Nomor, tanggal, nama anak beserta kelasnya, periode yang dibayar, nominal dalam angka dan huruf, keterangan apakah pembayarannya lunas atau sebagian, serta nama orang yang menerima uangnya.

Tulis periodenya, jangan hanya kata biaya les. Pembayaran yang hanya ditulis sebagai biaya les adalah pembayaran yang nantinya diperdebatkan soal bulan mana yang sudah dibayar, dan di lembaga yang menjual paket sesi, padanannya berupa jumlah sesi yang dibeli dan ditulis sebagai angka.

Satu buku saja yang dipakai dalam satu waktu, dan tulis dengan tinta. Dua buku terbuka sekaligus membuat satu pembayaran tercatat dua kali, sedangkan nominal yang ditulis dengan pensil memudahkan orang tua untuk berselisih paham dan mengklaim bahwa angka tersebut telah diubah setelah mereka pergi.

Kuitansi yang salah tulis tetap tinggal di buku, dicoret, dengan kedua lembarannya tetap utuh. Nomor kuitansi yang hilang adalah hal pertama yang akan ditanyakan akuntan, staf yang mengundurkan diri, atau orang tua yang mengajukan keluhan.

Siapa yang memegang uang sebelum disetor ke bank?

Hanya satu orang bernama per shift yang menerima pembayaran, dan uangnya disimpan di satu kotak terkunci, bukan di laci, kantong, atau tas. Cantumkan nama tersebut di jadwal kerja, sama seperti Anda mencantumkan siapa yang membuka ruangan.

Instruktur sebaiknya tidak menerima uang tunai di ruang kelas. Kalau orang tua tetap menyerahkannya, aturan yang realistis adalah instruktur berjalan ke meja depan bersama orang tua tersebut, dan orang tua pulang dengan memegang kuitansi sebelum kelas dimulai.

Lembaga dengan satu orang saja di meja depan tidak bisa memisahkan siapa yang menerima uang dari siapa yang menyetorkannya, dan memaksakan pemisahan itu hanya menghasilkan tanda tangan yang tidak bermakna. Yang bisa dilakukan lembaga tersebut adalah menjadikan pemilik sebagai tanda tangan kedua di baris penutupan, yang diperiksa pagi berikutnya alih-alih malam itu juga.

Tentukan batas maksimal uang kas di dalam kotak dan hari penyetoran ke bank, lalu patuhi keduanya. Mana yang lebih dulu tercapai, batas maksimalnya atau harinya. Itulah saat uangnya disetor ke bank, dan bukti setornya disimpan bersama buku kuitansi, bukan di dompet seseorang.

Hitungan lima menit di akhir hari

Orang yang menutup lembaga menjalankan hitungan ini sebelum pulang, di depan satu orang lain kalau ada. Pertama, totalkan kertas karbon salinan yang ditulis hari itu, lalu tulis angkanya di baris kosong berikutnya di buku tersebut.

Setelah itu hitung isi kotaknya, termasuk uang kembalian awal yang Anda siapkan, lalu tulis angkanya di samping angka pertama. Kurangi uang kembalian awalnya, bandingkan kedua angka itu, dan tulis selisihnya meski nilainya nol.

Tanda tangani barisnya, dan minta orang kedua ikut menandatanganinya. Tanda tangan tersebut yang membuat barisnya menjadi bukti, bukan sekadar catatan.

Uang kembalian awal yang nominalnya tetap membuat penutupan hanya butuh satu pengurangan, bukan penyusunan ulang. Tetapkan sekali saja, dalam nominal bulat yang memang dibutuhkan meja depan Anda untuk kembalian, lalu kembalikan isi kotaknya ke nominal tersebut setiap selesai menyetor ke bank.

Apa yang harus dilakukan kalau hitungannya tidak cocok?

Catat selisihnya pada hari itu juga dan jangan sentuh bukunya. Yang menggoda adalah menyesuaikan kuitansinya sampai hitungannya pas, dan satu tindakan itulah yang mengubah selisih kecil menjadi hal yang tidak bisa ditelusuri siapa pun nantinya.

Setelah itu periksa empat hal secara berurutan. Kertas karbon salinan yang hilang dari buku, satu kuitansi yang mencakup dua bulan atau dua anak, uang kembalian yang keluar dari kotak tanpa catatan, serta pembayaran yang diterima setelah hitungan dijalankan. Sebagian besar selisih di lembaga kecil berasal dari salah satu dari empat hal tersebut.

Catat juga selisih yang muncul sepanjang periode kelas, dengan mencantumkan shift dan nominalnya di setiap baris. Pola akan terlihat jelas dari beberapa baris catatan dan justru tidak terlihat dari beberapa percakapan terpisah, dan catatan yang sama menunjukkan jika batas isi kotak Anda terlalu tinggi atau satu jam tertentu memang terlalu sibuk untuk ditangani satu orang.

Selisih kas yang terus muncul di shift yang sama adalah bahan percakapan soal kepegawaian, bukan soal pembukuan, dan percakapan itu lebih baik dilakukan lebih awal secara tertutup. Catat setiap kejadian beserta tanggal dan nominalnya, supaya percakapannya berpijak pada catatan alih-alih pada sekadar kesan atau asumsi.

Pembayaran bertahap dan pembayaran sebagian

Di bimbel atau tempat les yang menagih bulanan, pembayaran sebagian memiliki kuitansi yang sama seperti lainnya, yang memuat nominal yang diterima, sisa yang belum dibayar, dan tanggal jatuh tempo sisanya. Sisa tersebut juga perlu tercatat di data anaknya, karena buku kuitansi disusun menurut nomor dan tidak ada yang membacanya untuk mencari siapa saja yang masih memiliki tunggakan.

Tentukan nominal minimal untuk pembayaran tahap pertama, lalu terapkan ke semua orang. Pengecualian yang disepakati secara lisan di meja depan adalah pengecualian yang akan diminta diulang pada periode kelas berikutnya, oleh orang tua tersebut dan oleh orang tua yang dia beri tahu.

Kelebihan pembayaran dicatat dengan cara yang sama, dengan kelebihannya disebut di kuitansi dan dibawa sebagai kredit untuk bulan berikutnya alih-alih dikembalikan dari kotak uang. Uang yang keluar dari kotak untuk alasan apa pun selain penyetoran ke bank adalah baris yang paling sulit disusun ulang tiga bulan kemudian.

Uang yang sama sekali tidak pernah masuk adalah masalah berbeda dengan solusi berbeda pula, yang dibahas di kenapa biaya les anak sering dibayar terlambat. Artikel ini membahas uang yang memang sudah masuk.

Di bagian mana software benar-benar membantu, dan di bagian mana yang tidak?

Langkah yang paling berguna adalah mengurangi jumlah pembayaran yang masuk dalam bentuk uang tunai sejak awal. Orang tua yang membayar melalui transfer bank, QRIS, atau e-wallet menghasilkan catatan bertanggal dan jelas pemiliknya tanpa perlu Anda tulis, sehingga meja depan tidak lagi menjadi satu-satunya bukti pembayaran itu terjadi. Memindahkan orang tua ke jalur pembayaran tersebut adalah pekerjaan tersendiri, yang dibahas di pembayaran e-wallet untuk lembaga anak.

Fitur billing dan invoice Happy Kamper berbasis Rupiah dan menyimpan invoice, nominalnya, serta status pelunasannya, baik untuk pembayaran tunai maupun non tunai. Fitur tersebut tidak menghitung sisa uang di dalam kotak kas, tidak merekonsiliasi uang kembalian, dan tidak menggantikan kuitansi bernomor yang dibawa pulang orang tua.

Tidak ada software yang menutup jarak antara uang di dalam kotak kas dan catatan tentang uang tersebut. Jarak itu ditutup oleh satu kuitansi bernomor per pembayaran dan satu baris bertanda tangan per hari, dan penutupannya terjadi di meja depan.

Pertanyaan Umum

Apakah kuitansi tunai harus bernomor urut?+
Tidak ada yang melarang Anda menulis di kertas biasa, tetapi nomor yang berurutan itulah yang memungkinkan Anda menunjukkan sebuah pembayaran dicatat saat kejadian, bukan disusun ulang setelahnya. Buku dengan nomor yang hilang juga merupakan cara tercepat menemukan hari ketika ada yang tidak berjalan semestinya.
Bagaimana kalau salinan orang tua hilang?+
Terbitkan ulang dari karbonnya, tandai sebagai salinan dan tetap memakai nomor aslinya, lalu jangan pernah menulis kuitansi baru dengan nomor baru untuk pembayaran yang sudah tercatat. Dua nomor aktif untuk satu pembayaran itulah yang membuat satu bulan tercatat terbayar dua kali di data Anda sendiri.
Apakah satu kuitansi bisa dipakai untuk dua anak?+
Bisa, selama kuitansinya menyebut nama kedua anak dan memisahkan nominalnya. Kalau Anda mengarsipkan menurut anak, tulis dua kuitansi, karena satu lembar hanya akan masuk ke satu arsip dan hilang dari arsip yang lain.
Apakah instruktur boleh menerima uang tunai?+
Sebaiknya tidak, dan aturan tersebut hanya berjalan kalau alternatifnya mudah, jadi simpan buku kuitansi di meja yang selalu ada petugasnya selama kelas berlangsung. Kalau instruktur sampai memegang uangnya, uang itu perlu sampai ke meja depan pada hari yang sama dan orang tua pulang membawa kuitansinya, bukan janji akan dibuatkan.
Apakah buku kuitansi masih dibutuhkan kalau sebagian besar orang tua membayar melalui transfer?+
Masih, selama ada pembayaran yang masuk dalam bentuk uang tunai, termasuk uang pendaftaran dan biaya sekali bayar. Transfer membawa catatannya sendiri, sedangkan uang kertas tidak membawa catatan apa pun, dan itulah alasan kuitansi tetap ada.

Artikel Terkait

Orang Tua Minta Cek Rekaman CCTV? Ini Aturan & Langkah yang Wajib Diikuti
Cara Menghadapi Murid yang Mengganggu di Kelas Kelas: Tahapan Teguran Awal Hingga Pemindahan Kelas
Siapa yang Boleh Menjemput Anak? SOP Penjemputan Anak Selain Orang Tua

Untuk pemilik lembaga

Kelola lembaga Anda dengan Happy Kamper

Jadwal, penagihan, absensi, dan update untuk orang tua dalam satu tempat. Lihat demo langsung kami, atau bicara dengan tim kami tentang kebutuhan lembaga Anda.

Lihat Demo
Lebih suka WhatsApp? Chat kami