Anak Menggigit Teman di Daycare, Apa yang Perlu Mams Lakukan di Rumah dan Sepakati dengan Gurunya
Menggigit di usia satu sampai tiga tahun itu masalah kosakata, bukan masalah agresi. Perilaku ini paling cepat berhenti kalau rumah dan daycare merespons pemicu yang sama dengan cara yang sama, karena konsistensi itulah yang mengubah perilaku anak. Kalau kulitnya sampai lecet, cuci dulu dengan air mengalir dan sabun.
Kalau kulitnya sampai lecet, mulai dari situ
Mams baru dikabari waktu jemput kalau anak menggigit temannya, atau justru anak Mams yang digigit, dan yang pertama harus dibereskan adalah bekas di lengannya. Gigitan yang sampai merobek kulit itu luka terbuka, dan mulut bukan tempat yang bersih, jadi perlakukan seperti luka pada umumnya.
Kemenkes menyarankan luka segera dicuci dengan air mengalir dan sabun, meskipun lukanya kelihatan kecil. Ada dua bahan yang sering dipakai orang dan justru memperparah, yaitu bubuk kopi dan tembakau, karena keduanya menaikkan risiko infeksi. Bawa ke fasilitas kesehatan kalau lukanya terlihat dalam atau kotor, atau kalau tidak kunjung membaik.
Gigitan yang cuma meninggalkan lingkaran merah tanpa kulit terkelupas cukup dicuci, lalu dicek lagi besok paginya. Setelah itu baru Mams bisa memikirkan bagian yang sebenarnya berulang.
Kenapa anak usia satu sampai tiga tahun suka menggigit?
Karena kosakatanya habis. Departemen PAUD UNESA menempatkan anak usia satu sampai tiga tahun sebagai kelompok yang paling sering memukul atau menggigit, dan mengaitkannya langsung dengan keterbatasan kemampuan bahasa mereka. Anak yang belum bisa bilang itu punyaku, minggir, atau aku duluan cuma punya mulut dan waktu setengah detik.
Hal tersebut penting dibawa pulang dari gerbang jemputan, karena gigitan terkesan kejam padahal hampir tidak pernah diniatkan begitu. Anak nggak sedang merencanakan apa pun. Dia cuma sedang kalah dalam rebutan yang dia sendiri belum punya kata-katanya.
Sumber yang sama memperkirakan agresi ringan seperti ini akan mereda dengan sendirinya setelah usia empat tahun, asalkan anak mendapat pendampingan emosi selama masa itu. Bagian kedua inilah yang paling sering terlewat. Perilakunya memang memudar sendiri, tapi bukan memudar sendiri kalau tidak ada yang dilakukan.
Respons yang tepat, dan yang justru bikin makin parah
Cukup empat kata, sejajar dengan mata anak, dengan kalimat yang sama setiap kali. Kira-kira seperti menggigit itu sakit, kita tidak menggigit, dan jangan lebih panjang dari itu. Setelah itu berbalik ke anak yang digigit dan berikan perhatian ke dia, karena bagian ini mengajarkan lebih banyak dibanding kalimat tadi.
Yang tidak boleh dilakukan justru lebih jelas dokumentasinya dibanding yang boleh. Buku Disiplin Positif untuk orang tua terbitan kementerian mendefinisikan disiplin positif sebagai menumbuhkan disiplin dari dalam diri anak, tanpa hukuman dan tanpa hadiah, dan mencantumkan pemberian hukuman saat anak berbuat salah sebagai satu dari tiga hal yang harus dihindari. Departemen PAUD UNESA menyampaikan hal serupa dalam cakupan yang lebih sempit, bahwa tidak ada tempat untuk hukuman fisik maupun label negatif yang dilekatkan ke anak.
Membalas menggigit adalah versi yang paling sering beredar dan justru yang paling buruk. Cara itu memperagakan persis hal yang sedang Mams minta anak tinggalkan, dan diperagakan oleh orang yang jadi patokan anak soal apa yang boleh.
Waktu hening sebentar sambil Mams duduk di sebelahnya lebih ampuh dibanding time out yang dijatuhkan sebagai hukuman. Bedanya bukan di kursinya. Bedanya ada di apakah anak sedang dibantu menurunkan emosinya, atau sedang disingkirkan sampai emosinya turun sendiri.
Apa yang perlu Mams sepakati dengan daycare?
Satu kalimat, dan dipakai oleh kedua belah pihak. Departemen PAUD UNESA cukup tegas soal faktor mana yang paling menentukan, yaitu konsistensi antara rumah dan sekolah sebagai faktor terbesar yang menentukan apakah perilaku anak berubah atau tidak. Yang penting bukanlah tekniknya, melainkan apakah tekniknya sama di kedua tempat.
Makanya obrolan di depan pintu daycare bisa singkat dan spesifik. Coba deh tanya kalimat apa yang dipakai gurunya kalau kejadian, lalu apa yang terjadi setelahnya untuk anak yang menggigit dan untuk anak yang digigit. Tanyakan juga siapa yang mengabari Mams dan kapan, supaya Mams nggak baru tahu dari bekas gigitan waktu memandikan anak.
Buku terbitan kementerian tadi menambahkan bentuk aturannya sendiri. Aturan dibuat bersama, dibikin singkat, dan cukup mudah supaya semua orang bisa mengingatnya, dengan konsekuensi yang berhubungan dengan kesalahannya dan masuk akal untuk usia anak. Dua orang dewasa yang mengarang dua kalimat berbeda adalah versi yang tidak akan berhasil.
Punya catatan tertulis jauh lebih berguna dibanding kesepakatan lisan di depan pintu. Daycare yang memakai fitur komunikasi orang tua Happy Kamper mengirimkan catatan harian dan pesan ke orang tua melalui app, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, sehingga versi kejadiannya tersimpan di satu tempat dan tidak diingat berbeda oleh dua orang.
Amati polanya seminggu, bukan gigitannya
Gigitan itu ujung dari sebuah rangkaian, dan rangkaiannya biasanya cuma empat sampai lima menit dan gampang ditebak. Coba catat selama seminggu, apa yang sedang terjadi di sepuluh menit sebelum tiap kejadian.
Yang Mams cari adalah polanya, bukan penyebab tunggalnya. Menjelang siang sebelum makan dan menjelang sore sebelum jemputan adalah waktu ketika lapar dan capek menumpuk jadi satu. Begitu juga pojok ruangan yang sempit saat tiga anak menginginkan dua barang yang sama, dan waktu beres-beres yang tidak diberitahukan lebih dulu ke anak.
Hampir setiap pola punya satu perubahan kecil yang jauh lebih gampang dilakukan dibanding mengajari anak dua tahun bernegosiasi. Camilan yang dimajukan dua puluh menit, mainan kedua yang persis sama, aba-aba sebelum beres-beres dan bukan saat beres-beres. Tangan di pundak anak begitu Mams lihat gelagatnya, sebelum gigitannya benar-benar terjadi.
Gurunya bisa membuat catatan yang sama dari sisi mereka. Membandingkan keduanya setelah seminggu biasanya menjawab pertanyaan apakah hal ini terjadi di mana-mana atau cuma di satu tempat, dan itu dua masalah berbeda dengan jawaban berbeda.
Kapan menggigit sudah bukan hal wajar lagi?
Ada dua tanda, dan satu minggu yang buruk bukan salah satunya. Yang pertama adalah usia. Agresi ringan seperti ini diperkirakan mereda setelah usia empat tahun, jadi anak lima tahun yang masih rutin menggigit sedang menyampaikan sesuatu yang tidak disampaikan anak dua tahun.
Yang kedua adalah kosakatanya. Kalau menggigit itu yang dilakukan anak sebagai ganti bicara, maka anak yang kemampuan bahasanya tertinggal jauh dari usianya punya alasan tetap untuk terus memakai cara itu. Hal tersebut lebih baik dicek daripada ditunggu, dan Milestone Tracker memuat gambaran kemampuan bahasa di tiap usia bersama aspek perkembangan lainnya.
Ada pola yang berada di luar semua ini. Menggigit yang disertai melukai diri sendiri, atau muncul tiba-tiba pada anak yang sebelumnya tidak pernah begitu, atau berbarengan dengan perubahan besar di rumah, adalah bahan obrolan dengan dokter anak, bukan dengan gurunya. Tulisan ini bersifat informasi umum soal perilaku balita pada umumnya, bukan saran untuk kondisi anak Mams sendiri.


