Pola Asuh & Perilaku

Anak Minta Berhenti Les di Tengah Jalan? Begini Cara Mengetahui Alasannya

Sebelum memutuskan, cari tahu dulu apa yang berubah. Les yang materinya makin sulit biasanya layak diselesaikan sampai tanggal yang disepakati, jadwal yang terlalu padat diatasi dengan mengurangi kegiatan, dan penolakan mendadak yang disertai susah tidur, sakit perut, atau rasa takut memerlukan obrolan yang tenang dan mungkin pemeriksaan dokter, bukan sekadar bujukan.

Anak Minta Berhenti Les di Tengah Jalan? Begini Cara Mengetahui Alasannya

Malam ketika si kecil bilang ingin berhenti

Sejak awal periode si kecil rutin datang ke les yang sama setiap minggu, lalu malam ini ia bilang nggak mau berangkat lagi. Jawabannya belum tentu iya atau tidak, karena langkah Mams selanjutnya bergantung pada alasan di balik permintaan itu, dan biasanya alasan tersebut bisa ketahuan dalam seminggu.

Kebanyakan permintaan berhenti les datang dari salah satu dari tiga hal, yaitu materinya makin sulit, jadwalnya terlalu padat, atau ada sesuatu di tempat les yang bikin anak nggak nyaman atau takut. Masing-masing punya jalan keluar yang berbeda, dan salah membaca penyebabnya bisa berujung pada dua hal, yaitu memaksa anak yang tertekan tetap berangkat atau justru menghentikan kegiatan yang sebulan kemudian bakal ia sukai.

Masalahnya ada di lesnya, jadwalnya, atau sesuatu di tempat les?

Ajak si kecil ngobrol saat ia sedang santai, bukan di mobil dalam perjalanan ke tempat les atau tepat setelah sesi yang buruk. Pertanyaan terbuka lebih ampuh daripada "kenapa kamu mau berhenti?", misalnya bagian mana yang paling susah sekarang, apa yang paling seru waktu awal ikut, dan apa yang bisa bikin minggu depan terasa lebih mudah.

Setelah itu, dengarkan jawabannya masuk ke kelompok yang mana. Jawaban "bosan" dan "aku nggak pernah bisa" biasanya mengarah ke keterampilannya, sedangkan "capek" dan "aku nggak pernah sempat main" mengarah ke jadwalnya.

Anak yang nggak bisa menjelaskan alasannya, jadi pendiam, atau terus menyebut satu anak atau satu orang dewasa tertentu adalah tanda Mams perlu lebih menaruh perhatian extra. Amati juga, bukan cuma bertanya, karena beberapa hari memperhatikan kapan keluhannya mulai, apakah keluhan itu hanya muncul di hari les, dan bagaimana tidur serta makannya jauh lebih banyak memberi petunjuk daripada satu kali obrolan.

Ketika materi lesnya makin sulit

Hampir setiap les keterampilan punya fase ketika kemajuan cepat di awal berakhir dan progresnya melambat. Anak yang dulu senang banget di minggu-minggu pertama les renang atau piano bisa sampai di fase ini lalu merasa dirinya nggak bisa, padahal yang berubah hanyalah langkah berikutnya memang butuh waktu lebih lama.

Di sini batas waktu yang jelas lebih efektif daripada berdebat. Coba sepakati untuk menyelesaikan periode ini atau sejumlah sesi tertentu, lalu bilang terus terang bahwa Mams dan si kecil akan memutuskan bersama setelahnya, karena anak lebih kuat bertahan dengan hal yang sulit kalau tahu itu nggak berlangsung selamanya.

Pakai minggu-minggu yang tersisa untuk membuat bagian sulitnya terasa lebih ringan. Mams bisa tanya ke pengajar satu hal apa yang sedang dilatih si kecil, latih itu di rumah beberapa menit, lalu tunjukkan ke anak di hari ketika ia akhirnya berhasil. Kalau periode sudah selesai dan si kecil tetap ingin berhenti, izinkan, supaya ia melihat bahwa kesepakatan tadi memang sungguh-sungguh.

Apakah jadwal si kecil memang terlalu padat?

Kadang lesnya baik-baik saja dan masalahnya justru ada di kegiatan lain di sekitarnya. Artikel Kementerian Kesehatan tentang stres pada anak menyebut jadwal yang terlalu padat, termasuk les atau kursus setelah jam sekolah, sebagai salah satu penyebab stres yang umum. Artikel tersebut menyarankan orang tua mengurangi kegiatan setelah sekolah dan mendiskusikan bersama anak kegiatan mana yang dikurangi.

Coba hitung apa saja yang sebenarnya ada dalam seminggu, mulai dari sekolah, PR, setiap les, waktu perjalanan di antaranya, sampai sisa waktu untuk bersantai tanpa kegiatan apa pun. Artikel Kementerian Kesehatan yang sama menyebut kebutuhan tidur anak usia sekolah 10 hingga 11 jam setiap malam, jadi kalau les yang terlalu malam atau PR di malam hari memotong waktu tidur itu, yang bermasalah adalah jadwalnya, bukan anaknya.

Kalau memang jadwalnya yang bermasalah, kurangi les yang paling nggak disukai si kecil, bukan otomatis les yang ia minta berhenti, dan tanyakan ke anak les mana itu. Panduan kami tentang menghitung jam tidur mundur dari jam bangun bisa membantu kalau malam yang terlalu larut ikut jadi masalah.

Kapan anak menolak les jadi tanda bahaya?

Anak yang tiba-tiba menolak les yang dulu ia sukai, dan sekaligus susah tidur, kurang nafsu makan, emosinya berubah-ubah, atau sulit berkonsentrasi, bisa jadi sedang stres, bukan sekadar bosan. Artikel Kementerian Kesehatan tersebut menyebut hal-hal inilah tanda yang perlu diwaspadai, dan tanda tersebut lebih penting diperhatikan daripada permintaan berhentinya sendiri.

Sakit perut menjelang berangkat les juga perlu dicatat, bukan diabaikan. IDAI menjelaskan bahwa sakit perut berulang pada anak usia sekolah umumnya bukan disebabkan kelainan organ dan sering berkaitan dengan tekanan emosi, sifat perfeksionis, kesulitan belajar, atau harapan orang tua yang terlalu tinggi.

Namun, sakit perut yang membangunkan anak di malam hari, diare, demam, atau berat badan yang turun mengarah ke penyebab fisik. Kondisi seperti itu perlu segera diperiksakan ke dokter, Mams.

Penolakan juga bisa jadi tanda pertama bahwa ada anak lain yang merundung si kecil. Artikel Kementerian Kesehatan yang sama menyebut enggan berangkat tanpa alasan yang jelas, prestasi yang menurun, tidak punya teman, dan sering pulang dengan luka sebagai tanda perundungan, menyarankan untuk melakukan obrolan dari hati ke hati, bukan interogasi.

Kalau penolakannya berpusat pada satu orang dewasa, atau disertai rasa takut yang baru muncul, gangguan tidur, atau mengompol, tanggapi dengan serius saat itu juga. IDAI memasukkan perubahan tersebut ke dalam tanda yang perlu diperiksakan ke dokter dan menyarankan orang tua segera mencari pertolongan.

Hentikan dulu lesnya selama Mama Papa mencari tahu apa yang terjadi. Jangan paksa si kecil kembali ke tempat les hanya untuk membuktikan bahwa ia baik-baik saja.

Apa yang perlu ditanyakan ke pengajar?

Ngobrol dulu dengan pengajarnya sebelum Mams bilang ke tempat les bahwa si kecil mau berhenti, dan tanyakan apa yang mereka lihat, bukan menyampaikan apa kata anak. Pertanyaan yang berguna antara lain bagaimana sikap si kecil di awal les dibanding di akhir, dengan siapa ia duduk atau berlatih, dan apakah ada yang berubah di kelompoknya atau di levelnya belakangan ini.

Pengajar yang baik sering kali sudah tahu soal fase yang melambat atau masalah pertemanan itu, dan punya cara untuk membantu. Misalnya dengan mengganti pasangan latihan, memberi target yang lebih kecil, atau memindahkan anak ke kelompok dengan level yang lebih pas.

Kalau tempat les rutin mengirim catatan perkembangan, baca ulang catatan tersebut untuk mencari minggu ketika semuanya mulai berubah. Kalau pengajar nggak bisa memberi gambaran apa pun atau malah menghindari pertanyaan, itu juga jadi petunjuk bahwa jawabannya lebih mungkin datang dari si kecil daripada dari tempat lesnya, meski belum tentu ada yang salah.

Berhenti tanpa terasa seperti gagal

Kalau keputusannya memang berhenti, akhiri di tanggal tertentu, bukan di tengah minggu yang sedang buruk, dan biarkan si kecil berpamitan ke pengajarnya kalau ia mau. Akhir yang direncanakan mengajarkan bahwa sebuah komitmen punya awal dan akhir, sedangkan berhenti mendadak justru mengajarkan bahwa berhenti adalah cara untuk menghilangkan perasaan yang nggak enak.

Sebelum memberi tahu tempat les, baca dulu aturan mereka soal berhenti di tengah periode, karena biaya periode yang dibayar di muka dan biaya bulanan biasanya diperlakukan berbeda. Artikel kami tentang kelas yang terlewat dan kelas pengganti membahas pertanyaan yang perlu diajukan ke tempat les soal apa yang dikembalikan dari periode yang dihentikan.

Beri jeda dulu sebelum mulai kegiatan baru, lalu pilih kegiatan berikutnya bersama si kecil, bukan dipilihkan. Kuis aktivitas bisa jadi cara cepat untuk ngobrol soal apa yang benar-benar ia sukai, dan pencari aktivitas menunjukkan kegiatan yang ada di dekat rumah begitu Mams tahu apa yang dicari.

Artikel Terkait

Anak Pemalu? Ini Manfaat Public Speaking Sejak Dini & Cara Melatihnya Tanpa Paksaan
Sudah Buat Resolusi Parenting di Tahun Baru Moms? Sini Merapat!
Parents Wajib Tahu! 3 Kesalahan Mendidik Anak yang Harus Dihindari

Temukan Aktivitas Anak Terbaik

Temukan, bandingkan, dan pesan aktivitas terbaik untuk anak Anda di 100+ kota di Indonesia.

Unduh Aplikasi