Eksperimen Sains Dapur untuk Anak: Detail Takaran yang Sering Terlewat
Tiga eksperimen ini menjawab hampir semua rasa penasaran anak di meja dapur, yaitu gunung berapi soda kue, telur yang mengambang di air garam, dan warna yang menyebar di piring susu. Masing-masing bergantung pada satu takaran yang biasanya nggak disebut di panduan. Begitu takarannya pas, eksperimennya bisa diulang.
Mulai dari gunung berapi, dan masukkan soda kuenya lebih dulu
Gunung berapi itu berbusa selama dua detik lalu berhenti, dan anak langsung berbalik dan minta penjelasan. Penyebabnya bukan cuka yang salah, tapi soda kue di dalam botolnya yang terlalu sedikit. Mams bisa pakai soda kue lebih banyak dari yang dikira cukup, dan botol yang sama bakal menyala sampai setengah menit.
Yang perlu disiapkan adalah botol berleher sempit atau gelas tinggi, soda kue, cuka dapur, sedikit sabun cuci piring, pewarna makanan, dan sebuah nampan. Masukkan dua sendok makan penuh soda kue ke dalam botol, tambahkan sabunnya dan beberapa tetes pewarna, lalu goyang pelan selagi masih kering. Setelah itu tuang setengah gelas cuka sekaligus.
Urutannya lebih menentukan dibanding takarannya. Soda kue dulu dan cuka paling akhir, dituang cepat bukan sedikit demi sedikit, itu yang bikin busanya memanjat dan bukan cuma menggelembung di dasar botol.
Kenapa buihnya berhenti setelah dua detik?
Ada tiga penyebab, dan botolnya sendiri yang menunjukkan penyebab yang mana. Buih yang langsung berhenti berarti soda kuenya habis duluan, jadi yang ditambah soda kue, bukan cuka. Buih yang nggak pernah naik berarti wadahnya terlalu lebar, dan campuran yang sama bakal memanjat begitu dipindah ke gelas minum.
Penyebab ketiga adalah soda kue yang sudah lama terbuka. Kemasan yang dibiarkan terbuka di dapur lembap bakal mengeras dan menggumpal, padahal gumpalan cuma bereaksi di bagian luarnya, makanya tekan dulu gumpalannya dengan punggung sendok sebelum dimasukkan.
Begitu buihnya selesai, reaksinya ikut selesai dan diaduk pun nggak bakal hidup lagi. Buang isinya, bilas botolnya, lalu ulangi dengan soda kue yang baru.
Bikin telur mengambang, lalu bikin melayang di tengah
Eksperimen ini nggak butuh bahan apa pun yang membuat anda harus keluar rumah untuk membelinya. Isi gelas tinggi sampai dua pertiga dengan air, lalu masukkan garam dapur satu sendok makan setiap kali sambil menunggu airnya bening lagi di antara tiap sendok. Di kisaran empat sampai enam sendok makan, di gelas seukuran itu, telurnya berhenti tenggelam di dasar.
Turunkan telurnya pakai sendok dan jangan dijatuhkan, karena selain gampang retak, telur yang dijatuhkan juga mengaduk garam yang belum larut. Garam yang belum larut inilah kegagalan yang paling sering terjadi, dan telurnya terlihat seperti mengambang sampai ada yang memiringkan gelasnya.
Setelah telurnya mengambang, tuang air biasa pelan-pelan melalui punggung sendok yang ditempelkan ke dinding gelas. Air tawarnya bakal duduk di atas air garam tanpa tercampur, dan telurnya menggantung di antara dua lapisan itu. Coba deh tanya dulu menurut anak apa yang bakal terjadi kalau diaduk, baru biarkan dia mengaduknya.
Apa yang membuat warna menyebar di atas piring susu?
Lemaknyalah yang menjadi penyebabnya, makanya eksperimen ini gagal kalau pakai susu yang kebetulan ada di kulkas. Tuang susu full cream ke piring ceper, cukup sampai menutup dasarnya saja, lalu diamkan sampai permukaannya benar-benar tenang. Teteskan empat titik pewarna makanan di dekat tengah dengan jarak antar titiknya, dan jangan diaduk.
Celupkan cotton bud ke sabun cuci piring, tempelkan ujungnya ke susu di antara titik-titik warna, lalu tahan diam sambil menghitung sampai sepuluh. Warnanya bakal lari menjauh membentuk pita, sedangkan mengaduk justru menghilangkan satu-satunya gerakan yang mau dilihat.
Sabun menarik lemak di dalam susu dan membawa warnanya ikut bergerak. Susu rendah lemak cuma memberi reaksi yang lemah dan air sama sekali nggak bergerak, jadi begitu nggak ada yang bergerak, periksa dulu kemasan susunya.
Sebelum menuang cuka
Baca dulu label di botolnya. Cuka dijual dalam beberapa tingkat kepekatan, dan botol cuka dapur yang lebih pekat mencantumkan kadar asamnya di bagian depan. Kalau botol di rumah Mams begitu, encerkan satu bagian cuka dengan empat bagian air sebelum dipegang anak, dan jauhkan semuanya dari mata.
Semua yang ada di nampan itu bahan makanan kecuali sabun cuci piring, dan sabun inilah yang perlu dijauhkan dari anak yang masih suka memasukkan benda ke mulut. Untuk anak di bawah tiga tahun, bagian menuang dipegang Mama Papa dan bagian mengaduk serta mengamati diserahkan ke anak.
Lakukan semuanya di atas nampan, atau di luar rumah kalau cuacanya mendukung. Pewarna makanan meninggalkan noda di baju, ubin lantai, dan taplak meja kesayangan.
Bagaimana mengubah satu eksperimen jadi tiga?
Ubah satu hal saja, dan minta tebakan anak sebelum hal itu diubah. Cuka hangat dibanding cuka dingin, botol sempit dibanding baskom lebar, gula sebagai ganti garam di gelas telur, susu rendah lemak sebagai ganti full cream. Sebutkan dulu keras-keras apa yang masing-masing kalian duga, jalankan, lalu akui siapa yang tebakannya benar.
Di situ bedanya antara pertunjukan dan eksperimen, dan hal tersebut nggak menambah biaya sama sekali. Anak yang sudah menebak bakal menonton dengan alasan, sedangkan anak yang cuma dikasih tontonan bakal menunggu tontonan berikutnya.
Kalau kegiatan ini jadi permintaan rutin tiap Sabtu, activity finder menampilkan kelas sains dan STEM per kota dan rentang usia, dan activity quiz menyaring daftarnya sesuai hal yang memang disukai anak. Keduanya tetap nggak menggantikan nampan basah dan perdebatan soal telur.
