Aktivitas & Bermain

Cara Mengisi Kegiatan Anak Libur Ramadan Tanpa Menguras Tenaga Mereka

Taruh kegiatan yang aktif di pagi hari dan biarkan sore berjalan tenang. IDAI menganjurkan aktivitas fisik ringan saja selama anak berpuasa, dan BMKG meminta semua orang tetap berada di tempat teduh dari menjelang siang sampai sore. Di dalam ruangan atau di tempat teduh, pada awal hari, itulah waktu yang paling pas untuk beraktivitas.

Cara Mengisi Kegiatan Anak Libur Ramadan Tanpa Menguras Tenaga Mereka

Taruh Kegiatan Paling Aktif di Separuh Pertama Pagi Hari

Anak yang berpuasa punya satu blok energi yang benar-benar bisa dipakai dalam sehari, dan blok itu ada di antara waktu bangun sampai menjelang siang. Taruh acara berenang, bersepeda, kunjungan ke tempat main indoor, sesi memanggang kue, atau proyek prakarya besar di dalam blok tersebut, lalu perlakukan semua yang datang sesudahnya sebagai waktu untuk melambat. Menjelang awal sore, anak yang tadi ceria di pukul delapan pagi akan terlihat lemas, dan tidak ada rencana yang Mams susun bisa menyelamatkan hal tersebut.

Cuaca panas mendukung jadwal yang sama. BMKG meminta orang tetap berada di tempat teduh dan memakai pelindung antara pukul sepuluh pagi sampai pukul empat sore, saat indeks ultraviolet berada di kategori berisiko tinggi. Semua kegiatan luar ruangan sebaiknya sudah selesai sebelum rentang waktu itu dimulai, sedangkan kegiatan di dalam ruangan atau di tempat yang benar-benar teduh tetap aman dijalani di dalamnya.

IDAI menyampaikan dengan lugas soal tingkat aktivitasnya sendiri, yaitu menganjurkan anak yang sedang berpuasa hanya diberi aktivitas fisik ringan. Anjuran tersebut mencoret jalan-jalan seharian penuh dan turnamen sepak bola di sore hari, tapi tetap menyisakan banyak sekali ruang.

Aktivitas Anak Bulan Puasa Seperti Apa yang Cocok, dan Mana yang Tidak?

Kegiatan yang berhasil punya tiga ciri yang sama. Kegiatan itu berlangsung di dalam ruangan atau di tempat teduh, bisa ditinggalkan di tengah jalan tanpa merusak apa pun, dan tidak bergantung pada makan atau minum untuk bisa dijalani sampai selesai. Board game, menggambar, merakit model, memanggang sesuatu untuk iftar, jalan ke perpustakaan atau toko buku, sesi main ber-AC di awal hari, dan ikut membantu belanja, semuanya lolos ujian itu.

Yang tidak cocok adalah apa pun yang titik selesainya sudah ditetapkan di tengah hari. Pemutaran film yang baru selesai pukul tiga, tiket taman hiburan yang sudah terlanjur dibayar, jalan kaki tanpa tempat teduh dan tanpa cara untuk berbalik pulang, sesi berenang di kolam terbuka pada tengah hari, itulah rencana yang berakhir dengan anak menangis dan orang tua merasa bersalah karena sudah memesannya.

Kalau Mams mencari kelas atau tempat main anak saat puasa yang terstruktur, bukan sekadar pengisi waktu sore, Activity Finder menyaring kelas berdasarkan usia dan area, dan dari situlah Mams menemukan kelas yang berjalan di slot pagi. Direktori aktivitas yang lebih luas juga layak ditelusuri, dan satu sesi adalah tes awal yang lebih baik dibanding satu periode penuh ketika Mams belum tahu bagaimana daya tahan anak selama berpuasa.

Berapa Lama Sebaiknya Puasa Pertama Anak?

IDAI memandang usia tujuh tahun sebagai usia yang aman untuk mulai berpuasa, dan menggambarkan puasa awal sebagai puasa pendek yang bertahap, bukan langsung sehari penuh. Saran yang diberikan adalah puasa dari sahur sampai salat Zuhur, sekitar enam sampai delapan jam, atau puasa selang-seling seperti pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Hal tersebut mengubah bentuk hari Mams dengan cara yang berguna. Anak yang menjalani puasa setengah hari berbuka sekitar tengah hari, sehingga sorenya kembali terbuka persis ketika sore kakaknya yang berpuasa penuh justru menutup. Siapkan dua jalur mulai dari titik itu, bukan satu, karena memaksakan satu jadwal untuk keduanya justru yang memancing pertengkaran.

Kapan Puasa Harus Dihentikan, Apa Pun yang Sudah Direncanakan?

IDAI menyebutkan tanda-tanda yang membuat puasa harus dihentikan saat itu juga, yaitu lemas, wajah pucat, berkeringat, tangan dan kaki yang terasa dingin, serta pingsan sebagai kemungkinan tanda gula darah rendah atau dehidrasi. Mual, pusing, perut kembung, atau anak yang berubah jadi sangat rewel, masuk ke daftar yang sama.

Coba sampaikan hal ini secara langsung kepada anak sebelum liburan dimulai. Anak yang meyakini bahwa berhenti berpuasa berarti gagal akan menyembunyikan gejalanya, jadi beri tahu mereka bahwa rencananya memang sudah mencakup opsi berhenti, dan berbuka lebih awal adalah bagian dari belajar berpuasa, bukan akhir dari puasanya.

Bagaimana Menangani Adik yang Tidak Berpuasa?

Mama Papa bisa menjalankan adik di jalur yang terpisah, dan berhenti merasa bersalah soal itu. Anak yang lebih kecil makan seperti biasa, minum seperti biasa, dan punya energi sehari penuh, jadi berikan kegiatan yang berantakan, berisik, dan banyak gerak di jam-jam saat kakaknya sedang istirahat.

Cukup jauhkan makanannya dari ruangan bersama, bukan meniadakannya sama sekali. Makan di dapur alih-alih di depan saudara yang sedang berpuasa menghilangkan sebagian besar gesekan, dan permintaan itu jauh lebih ringan dibanding menyuruh anak empat tahun melewatkan makan siang.

Anak yang tidak berpuasa tetap perlu diawasi saat cuaca panas. IDAI mencatat bahwa anak membutuhkan cairan lebih banyak dari biasanya ketika berolahraga, saat cuaca panas, dan selama perjalanan, serta menyebut rasa haus, air seni yang berkurang atau berwarna pekat, mata cekung, dan tidak keluarnya air mata saat menangis sebagai tanda dehidrasi. Botol minum yang dibawa sendiri oleh anak adalah solusi paling sederhana.

Sore Hari untuk Kegiatan Ringan, dan Satu Jam Sebelum Maghrib Adalah yang Paling Berat

Di antara salat Zuhur sampai menjelang sore, jangan rencanakan apa pun yang menuntut siapa pun berdiri. Tidur siang, audiobook, film yang sudah disepakati sebelumnya, membaca dengan tenang, dan puzzle yang dibiarkan tergeletak di meja, itulah isi dari pertengahan hari selama Ramadan.

Satu jam terakhir sebelum Maghrib adalah jam yang paling sering berantakan. Mams bisa memberikan tugas dengan ujung yang terlihat jelas untuk jam tersebut, misalnya menata meja makan, menyiapkan kurma dan minuman, atau menggelar sajadah, karena tugas yang punya hitung mundur jauh lebih mudah dijalani dibanding satu jam penuh menunggu.

Setelah Maghrib energinya kembali, dan kembalinya cepat sekali. Jalan santai di malam hari, berkunjung ke rumah saudara, atau ikut salat Tarawih menutup kebutuhan gerak yang belum terpenuhi sepanjang hari, dan itulah satu-satunya bagian hari ketika berada di luar terasa nyaman. Anak yang tidur di sore hari bisa tidur malam lebih larut tanpa harus membayarnya di pagi berikutnya.

Daftar Persiapan untuk Malam Sebelumnya

Enam keputusan yang diambil pada malam sebelumnya akan menyelamatkan seluruh hari berikutnya. Mams bisa menulis jam mulai kegiatan aktifnya sebagai jam yang benar-benar pasti, bukan sekadar pagi yang samar, lalu tetapkan anak mana yang berpuasa penuh, setengah hari, atau tidak berpuasa, supaya tidak ada yang menebak-nebak di akhir pagi. Putuskan juga di mana anak yang tidak berpuasa makan dan siapa yang mengantarnya ke sana.

Sepakati aturan berhenti berpuasa dan sampaikan aturan itu secara langsung kepada siapa pun yang sedang berpuasa. Pilih apa yang terjadi antara salat Zuhur sampai menjelang sore sebelum ada yang cukup lelah untuk memperdebatkannya, dan tentukan tugas untuk satu jam terakhir sebelum Maghrib dengan semua perlengkapannya sudah tersedia di meja dapur.

Semua ini tidak membuat libur jadi lebih pendek atau anak jadi tidak lapar. Yang dilakukannya adalah membuat hari jadi bisa ditebak, dan justru sifat bisa ditebak itulah yang benar-benar bisa dirasakan anak yang sedang berpuasa.

Pertanyaan Umum

Anak bisa melakukan kegiatan apa saja saat libur Ramadan ketika sedang tidak sekolah?+
Apa pun yang berlangsung di dalam ruangan atau di tempat teduh, bisa dihentikan di tengah jalan, dan tidak bergantung pada makan atau minum. Board game, menggambar, merakit model, memanggang sesuatu untuk iftar, jalan ke perpustakaan atau toko buku, sesi main ber-AC di awal hari, dan ikut membantu belanja semuanya cocok. Jadwalkan semuanya di pagi hari, karena energi anak yang berpuasa memang berada di antara waktu bangun sampai menjelang siang.
Apakah anak yang berpuasa masih boleh berolahraga?+
Boleh, tapi ringan saja. IDAI menganjurkan anak yang sedang berpuasa hanya diberi aktivitas fisik ringan, sehingga jalan-jalan seharian penuh atau turnamen di sore hari tidak termasuk. Kalau ada rencana di luar ruangan, selesaikan lebih awal, karena BMKG meminta orang tetap berada di tempat teduh dan memakai pelindung antara pukul sepuluh pagi sampai pukul empat sore saat indeks ultraviolet berada di kategori berisiko tinggi.
Pada usia berapa anak bisa mulai berpuasa?+
IDAI memandang usia tujuh tahun sebagai usia yang aman untuk mulai, dan menggambarkan puasa awal sebagai puasa bertahap, bukan langsung penuh atau tidak sama sekali. Anjurannya adalah memulai dengan puasa pendek dari sahur sampai salat Zuhur, sekitar enam sampai delapan jam, atau puasa selang-seling seperti pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Kesiapan tiap anak berbeda, jadi hal ini layak dibicarakan dengan dokter anak.
Kapan anak sebaiknya berhenti berpuasa?+
Segera, kalau muncul lemas, wajah pucat, berkeringat, tangan dan kaki yang terasa dingin, atau pingsan, yang oleh IDAI disebut sebagai kemungkinan tanda gula darah rendah atau dehidrasi. Mual, pusing, perut kembung, atau anak yang berubah jadi sangat rewel ada di daftar yang sama. Beri tahu anak sejak awal bahwa berhenti memang bagian dari rencana, karena anak yang menganggapnya sebagai kegagalan akan menyembunyikan gejalanya.
Bagaimana cara menangani adik yang tidak ikut berpuasa?+
Berikan adik jalurnya sendiri. Dia makan dan minum seperti biasa serta punya energi sehari penuh, jadi serahkan kegiatan yang berantakan dan banyak gerak di jam-jam saat kakaknya yang berpuasa sedang istirahat, dan biarkan dia makan di dapur, bukan di ruangan bersama. Perhatikan juga asupan cairannya saat cuaca panas, karena IDAI mencatat anak butuh cairan lebih banyak ketika berolahraga, saat cuaca panas, dan selama perjalanan, serta menyebut rasa haus, air seni yang berkurang atau pekat, mata cekung, dan tidak keluarnya air mata saat menangis sebagai tanda dehidrasi.

Artikel Terkait

Kelas Online Anak Saat Udara di Luar Nggak Sehat, 5 Pilihan yang Bisa Diikuti dari Rumah
Kegiatan Anak di Dalam Rumah Saat Polusi, Ruangan Mana yang Dipilih dan Seberapa Aktif Boleh Main
Manfaat Bermain di Luar untuk Anak, dan Apa yang Tidak Bisa Digantikan Ruangan

Temukan Aktivitas Anak Terbaik

Temukan, bandingkan, dan pesan aktivitas terbaik untuk anak Anda di 100+ kota di Indonesia.

Unduh Aplikasi