Tahapan Tumbuh Kembang

Toilet Training Anak Sebelum Masuk TK, dan Apa yang Perlu Ditanyakan ke Sekolah

Kesiapan itu soal tanda-tandanya, bukan soal umur. IDAI menempatkan tanda itu di rentang 18 bulan sampai 2,5 tahun, dan anak yang sudah menunjukkannya bisa belajar rutinitas ini dalam beberapa minggu sebelum hari pertama. Kalau tandanya belum muncul, sepakati dulu rencananya dengan sekolah daripada memaksa mengejar tenggat.

Toilet Training Anak Sebelum Masuk TK, dan Apa yang Perlu Ditanyakan ke Sekolah

Anak Mams sudah siap, atau baru cukup umur?

Tanggal masuk sekolah sudah pasti, tapi anak masih pakai popok. Apakah itu masalah atau bukan, jawabannya ada di beberapa hal yang bisa Mams cek sore ini juga, dan tidak satu pun berupa tanggal lahir.

IDAI menggambarkan kesiapan sebagai kematangan fisik dan psikologis yang umumnya mulai muncul di usia 18 bulan sampai 2,5 tahun, dan menegaskan bahwa umur sendiri bukan patokannya. Yang dicari adalah anak yang meniru orang dewasa dan tertarik ikut serta, mengembalikan barang ke tempatnya, mulai bilang tidak dengan bersungguh-sungguh, berjalan serta duduk dengan mantap, bisa memberi tahu kalau ingin buang air, dan bisa menurunkan lalu menaikkan celananya sendiri.

Coba baca ulang daftar tersebut sambil membayangkan anak Mams sendiri. Kalau sebagian besar sudah ada, beberapa minggu itu waktu yang cukup.

Kalau dua tanda terakhir yang belum ada, sebanyak apa pun jadwal disusun nggak akan memunculkannya, karena anak yang belum bisa memberi tahu dan belum bisa mengurus celananya sendiri sedang diminta melakukan sesuatu yang tubuhnya belum sampai ke sana. Umur justru jadi bagian yang paling tidak berguna dari daftar tersebut, dan itu yang paling sering ditawarkan saudara di rumah.

Tanyakan dulu aturan popok di sekolahnya seperti apa

Setiap sekolah beda-beda, dan satu kalimat di brosur biasanya lebih pendek daripada aturan di baliknya. Ada yang mensyaratkan anak harus benar-benar bebas popok seharian, ada yang membolehkan pull-up saat tidur siang, dan ada yang mau menggantikan pakaian anak kalau ngompol sementara yang lain justru menelepon Mama Papa supaya datang.

Coba deh tanyakan empat hal sebelum hari pertama, dan tanyakan ke orang yang nanti benar-benar ada di kelas, bukan ke bagian administrasi. Apa yang dilakukan kalau anak ngompol, siapa yang menggantikannya dan di mana, lalu apakah baju ganti perlu dibawa setiap hari atau cuma di minggu-minggu awal. Yang keempat adalah apakah anak yang masih pakai popok boleh masuk sama sekali, atau harus menunggu.

Jawabannya menentukan apa yang perlu dikerjakan di rumah. Sekolah yang menganggap ngompol sebagai hal biasa memberi Mams waktu berbulan-bulan, sedangkan sekolah yang memulangkan anak cuma memberi hitungan minggu, jadi tahu dulu yang mana sebelum mulai menghitung mundur dari hari pertama.

Tanyakan juga bagaimana mereka akan mengabari. Catatan saat penjemputan, pesan di malam hari, atau catatan di app yang dipakai sekolah sama-sama bisa dipakai, asal Mams tahu duluan yang mana yang akan datang.

Tujuh keterampilan kecil di dalam satu keterampilan besar

Toilet training terbaca seperti satu pencapaian tunggal, padahal bukan. IDAI memecahnya menjadi 7 langkah yang dipelajari anak satu per satu, mulai dari memberi tahu kalau ingin buang air, melepas celana, buang air di toilet, membersihkan diri, memakai celana lagi, menyiram, sampai mencuci tangan.

Hal tersebut penting karena bagian yang gagal jarang bagian tengahnya. Anak yang di rumah lancar memakai toilet tetap bisa ngompol di sekolah gara-gara kancingnya nggak sempat terbuka, atau karena dia belum mau meminta tolong ke guru yang baru dikenal empat hari, atau karena suara penyiram airnya di sana lebih keras daripada di rumah sehingga dia memilih tidak mencoba.

Jadi cari tahu dulu langkah mana dari ketujuhnya yang belum bisa dilakukan anak, lalu latih yang itu saja. Celana karet menyelesaikan salah satunya dalam satu sore, sedangkan kemampuan meminta tolong ke orang dewasa selain Mams butuh waktu lebih lama dan justru paling layak dimulai sebelum sekolahnya dimulai.

Dua minggu latihan itu isinya apa saja?

Tentukan waktu duduk yang konsisten dan patuhi jadwal tersebut. Rutinitas yang dipakai IDAI saat menangani sembelit sama bagusnya untuk membangun kebiasaan, yaitu duduk sebentar 3 sampai 5 menit, sekitar 15 menit setelah sarapan atau makan siang, setiap hari, terlepas dari apakah ada proses buang air yang terjadi atau tidak.

Lakukan di rumah dulu, dengan baju yang nanti dipakai ke sekolah. Karet atau tali serut, jangan yang berkancing, dan sepatu yang bisa tetap dipakai. Anak yang sanggup melepas lalu memakai celananya sendiri di waktu duduk yang tenang punya peluang melakukannya saat buru-buru.

Lepas popoknya untuk sebagian hari, bukan sepanjang hari. Satu pagi di rumah tanpa popok, lalu popok lagi untuk sore, sudah memberi informasi yang dibutuhkan tanpa cucian seminggu penuh. Ngompol di jam-jam tersebut justru inti dari latihannya, bukan tanda kegagalan.

Setelah itu baru dipersempit. Baju yang sama, waktu duduk yang sama, dan rentang tanpa popok yang makin panjang, sampai popok cuma dipakai saat tidur siang dan malam.

Dua minggu seperti itu adalah kemajuan yang masuk akal. Dua minggu untuk anak bebas popok seharian, setiap hari, di tempat baru dengan orang dewasa yang baru, bukanlah target yang masuk akal.

Kalau dipaksa, apa yang terjadi?

Yang terjadi justru berjalan mundur, dan mekanismenya perlu diketahui karena ini bukan soal suasana hati. IDAI menggambarkan lingkaran setan di balik sebagian besar sembelit pada anak sebagai siklus yang berputar.

Satu kali buang air besar yang sakit, atau toilet yang bikin anak takut, membuat anak mulai menahan fesesnya. Tinja yang ditahan jadi makin keras karena airnya diserap usus, sehingga percobaan berikutnya makin sakit dan makin ditahan lagi.

Tenggat waktu yang ketat, gampang banget memicu lingkaran setan seperti itu. Begitu juga toilet yang bikin anak nggak nyaman, dan hal tersebut layak dicek di sekolah sama seperti di rumah, karena kloset yang terlalu tinggi, lampu yang mati, atau pintu yang sulit dibuka sendiri sama-sama bisa jadi pemicunya.

Hal tersebut tidak bisa diperbaiki dengan latihan yang lebih banyak. Kalau anak sudah mulai menahan, makin jarang buang air, mengejan, atau ada rembesan, hentikan dorongannya dan periksakan ke dokter, karena pada titik itu masalahnya sudah medis dan bukan lagi soal latihan.

Ngompol di periode pertama, dan malam yang masih basah

Kemunduran proses itu wajar. IDAI menganggap regresi sebagai hal normal ketika anak sedang sakit atau sedang melewati perubahan besar, dan periode pertama di sekolah baru jelas termasuk perubahan besar. Anak yang bulan lalu bebas popok lalu bulan ini tidak bukanlah kehilangan kemampuannya, perhatiannya cuma sedang tersedot ke tempat lain.

Urusan malam adalah proyek terpisah dengan jadwal yang terpisah pula. Bebas popok sepanjang malam biasanya baru datang sekitar satu tahun setelah anak benar-benar bebas popok di siang hari, jadi popok malam sambil siangnya lancar bukan hal yang bertentangan dan bukan alasan untuk mengulang dari awal.

Yang beneran mempercepat sisanya adalah semua orang melakukan hal yang sama. IDAI menyebut dengan tegas bahwa toilet training yang konsisten butuh rencana yang disepakati semua pihak yang mengasuh anak, dan menyebut petugas tempat penitipan anak sejajar dengan kakek nenek serta anggota keluarga lain. Tulis apa yang dilakukan di rumah dalam empat baris, serahkan di hari pertama, dan minta hal yang sama dari mereka.

Kalau Mama Papa mau melihat bagaimana hal tersebut berdiri di antara semua yang diharapkan dari anak sebelum periode pertama, cek kesiapan sekolah dan milestone tracker mencakup sisanya. Tulisan ini informasi umum tentang cara anak mempelajari keterampilan tersebut, bukan saran medis untuk anak Mams sendiri, dan apa pun yang bikin khawatir sebaiknya dibawa ke dokter anak.

Pertanyaan Umum

Toilet training umur berapa sebaiknya dimulai?+
Nggak ada umur yang bisa jadi patokan pasti. IDAI menempatkan kesiapan pada kematangan fisik dan psikologis yang umumnya muncul di usia 18 bulan sampai 2,5 tahun, dan yang dilihat adalah tandanya, yaitu meniru orang dewasa, mulai bilang tidak, berjalan dan duduk dengan mantap, bisa memberi tahu kalau ingin buang air, serta bisa mengurus celananya sendiri.
Kenapa anak kering di rumah tapi ngompol di sekolah?+
Karena keterampilan ini berupa rangkaian dan yang ikut pindah cuma sebagiannya. IDAI memecah toilet training jadi 7 langkah, dan yang biasanya gagal di luar rumah adalah melepas celana tepat waktu serta meminta tolong ke orang dewasa yang belum akrab. Regresi di periode pertama juga wajar, dan IDAI memang menganggapnya begitu setiap kali anak sakit atau sedang melewati perubahan besar.
Anak belum lepas popok, boleh masuk TK atau tidak?+
Aturannya beda-beda di tiap sekolah, jadi hal tersebut perlu ditanyakan langsung sebelum hari pertama. Yang perlu dipastikan yaitu apa yang dilakukan sekolah kalau anak ngompol, siapa yang menggantikan dan di mana, serta apakah anak yang masih pakai popok boleh mulai atau harus menunggu.

Artikel Terkait

Konsultasi Tumbuh Kembang Anak, Ke Mana Dulu Sebelum ke Klinik
Manfaat Baby Spa untuk Tumbuh Kembang Bayi
Keterlambatan Bicara pada Anak, Kenali Tanda dan Cara Menanganinya

Temukan Aktivitas Anak Terbaik

Temukan, bandingkan, dan pesan aktivitas terbaik untuk anak Anda di 100+ kota di Indonesia.

Unduh Aplikasi