Cara Observasi Kelas Tentor dan Pengajar, serta Menyampaikan Masukan yang Bisa Dipakai
Lakukan observasi kelas setiap tentor dan pengajar yang sudah berpengalaman sesuai siklus tetap, sekitar sekali per periode, supaya kunjungan Anda tidak pernah terkesan sebagai tanda ada keluhan. Amati anak-anaknya, bukan cara mengajarnya, catat tiga momen beserta jamnya, lalu dalam satu hari sampaikan satu hal untuk dipertahankan dan satu hal untuk diubah. Periksa perubahan tersebut pada kunjungan berikutnya.
Kunjungan yang Hanya Terjadi Setelah Ada Keluhan
Seorang orang tua mengeluhkan kelas hari Kamis yang makin ribut, Anda ikut duduk di kelas tersebut pekan berikutnya, dan sepanjang satu jam pengajarnya tahu persis mengapa Anda ada di sana. Solusinya, berhenti menjadikan observasi sebagai peristiwa khusus dan ikut duduk di kelas setiap pengajar sesuai jadwal yang sudah mereka ketahui, sehingga kunjungan menjadi rutinitas dan masukan yang diberikan membahas kelasnya, bukan keluhannya.
Pengajar yang hanya diamati setelah ada masalah akan terbiasa menganggap kehadiran Anda sebagai tanda ada yang salah. Selama jam tersebut mereka mengajar versi pelajaran yang paling aman, Anda tidak melihat hal yang berguna, dan percakapan setelahnya berubah menjadi pembelaan diri, bukan diskusi.
Panduan ini ditujukan bagi pengajar yang sudah melewati minggu-minggu pertama dan mengajar sendiri. Mengamati pengajar baru sampai Anda siap menyerahkan kelas kepadanya merupakan pekerjaan yang berbeda, dengan hasil lulus atau tidak lulus di akhirnya, dan hal tersebut dibahas dalam panduan kami tentang minggu-minggu pertama pengajar baru. Di sini tidak ada penilaian akhir, hanya kelas yang ingin Anda buat sedikit lebih baik pada periode berikutnya, baik kelompok matematika di bimbel, kelas balet di sanggar, maupun satu lintasan di sekolah renang.
Seberapa Sering Anda Perlu Ikut Duduk di Kelas?
Satu kali per periode untuk setiap pengajar sudah cukup bagi tim yang stabil, dan ritme ini sanggup dijaga oleh lembaga kecil. Masukkan tanggalnya ke kalender di awal periode dan beri tahu setiap pengajar pekan mana Anda akan datang, tetapi tidak harinya, supaya mereka menyiapkan pelajaran seperti biasa, bukan sebuah pertunjukan.
Sebisa mungkin, amati kelas yang sama setiap kali. Melihat satu kelompok selama beberapa periode memperlihatkan apakah anak-anak sudah berkembang, dan itulah yang sebenarnya ingin Anda ketahui, sedangkan kelas yang berbeda di setiap kunjungan hanya memberi kesan pertama.
Ada dua situasi yang layak mendapat kunjungan tambahan di luar siklus, yaitu pengajar yang pertama kali memegang tingkat atau kelompok usia baru, dan pengajar yang meminta Anda datang. Situasi kedua patut didorong, dan permintaan seperti ini lebih mudah muncul begitu kunjungan rutin tidak lagi terasa seperti inspeksi.
Ikut Duduk di Kelas Tanpa Mengubah Jalannya Pelajaran
Datanglah sebelum anak-anak tiba dan duduk di samping atau di belakang, di tempat yang tidak mengharuskan pengajar mengajar sambil menghindari Anda. Tetaplah di sana sampai sesi selesai. Awal dan akhir sesi menyimpan sebagian besar hal yang Anda cari, dan pergi di tengah jalan memberi kesan kepada seisi ruangan bahwa Anda sudah cukup melihat.
Jangan ikut campur, mengoreksi pengajar di depan anak-anak, atau mengobrol dengan seorang anak selama pelajaran berlangsung. Satu-satunya pengecualian menyangkut keselamatan. Jika ada anak yang berada dalam bahaya, bertindaklah, dan perlakukan kejadian tersebut sebagai urusan terpisah dari observasi.
Jika orang tua menunggu di lokasi, amati juga serah terima anak di akhir kelas. Bagi keluarga, bagian ini termasuk kelas, dan sering kali hanya bagian inilah yang mereka lihat.
Apa yang Sebenarnya Anda Amati?
Amati anak-anaknya, lebih dari pengajarnya. Penjelasan yang rapi tetapi membuat separuh kelompok menunggu merupakan pelajaran yang lebih lemah dibanding penjelasan sederhana yang membuat setiap anak tetap melakukan sesuatu, dan hal tersebut hanya terlihat jika Anda mengamati seisi ruangan, bukan hanya bagian depannya.
Perhatikan lima menit pertama. Apakah kelas dimulai tepat waktu, dan apakah setiap anak tahu apa yang harus dilakukan tanpa perlu diberi tahu dua kali? Perhatikan juga anak yang menunggu, misalnya anak yang mengantre di tepi kolam, anak yang duduk dengan lembar kerja yang sudah selesai, atau anak yang menonton satu temannya bermain piano ketika yang lain tidak mengerjakan apa pun.
Amati apa yang terjadi pada anak yang kesulitan, apakah ia dibantu, dilewati, atau dibiarkan, dan apakah kelompok lainnya ikut terhenti saat hal itu terjadi. Amati pula lima menit terakhir, yaitu apakah pelajaran ditutup dengan sesuatu yang bisa disebutkan anak-anak, dan apakah orang tua di pintu mendengar sesuatu yang lebih spesifik daripada sekadar pujian umum.
Sebelum masuk kelas, baca catatan yang sudah dibuat pengajar untuk kelompok tersebut. Jika tim Anda mengirim catatan perkembangan kepada keluarga, atau mencatat tingkat baru di fitur milestone tracking Happy Kamper, beberapa entri terakhir menunjukkan apa yang diyakini pengajar sudah bisa dilakukan anak-anak. Kunjungan Anda memperlihatkan apakah hal tersebut sesuai dengan yang Anda lihat, dan selisih di antara keduanya menjadi titik awal masukan yang lebih baik daripada kesan umum mana pun.
Tiga Momen yang Dicatat Saat Terjadi
Siapkan satu lembar untuk setiap kunjungan dan tulis tiga momen di dalamnya, masing-masing dengan jam kejadian dan satu kalimat tentang apa yang terjadi. Tuliskan apa yang Anda lihat, bukan apa yang Anda pikirkan. Catatan seperti "pukul empat lebih sepuluh menit, tiga anak menunggu di dinding kolam saat satu anak berlatih putaran" bisa dibayangkan dan ditindaklanjuti pengajar, sedangkan "tempo pelajaran lambat" tidak.
Usahakan setidaknya satu momen berisi hal yang berjalan baik. Momen ini tidak dimaksudkan untuk memperhalus catatan lainnya, melainkan memberi pengajar sesuatu yang spesifik untuk terus dilakukan, yaitu separuh dari masukan yang akan Anda sampaikan.
Simpan lembar-lembar tersebut. Dari periode ke periode, catatan ini menunjukkan apakah perubahan yang disepakati bertahan, dan kunjungan berikutnya tidak perlu dimulai dari nol. Isinya merupakan catatan tentang kelas, bukan penilaian terhadap seseorang, sehingga tetap pantas dibaca jika pengajar meminta untuk melihatnya.
Bagaimana Cara Menyampaikan Masukannya?
Sampaikan dalam satu hari, secara empat mata, dan sebisa mungkin secara langsung. Masukan yang diberikan sepekan kemudian membahas kelas yang sudah tidak diingat jelas oleh kedua pihak, sedangkan masukan melalui pesan tertulis mengundang balasan panjang yang kemudian harus Anda jawab.
Tanyakan dulu kepada pengajar bagaimana menurutnya sesi tersebut berjalan dan apa yang ingin ia ubah. Setelah itu, sampaikan satu hal untuk dipertahankan dan satu hal untuk diubah, masing-masing dikaitkan dengan satu momen di lembar catatan Anda. Satu perubahan merupakan batas, bukan titik awal, karena pengajar yang pulang membawa lima hal untuk diperbaiki akan mencoba semuanya selama sepekan, lalu tidak satu pun.
Sepakati seperti apa bentuk perubahan tersebut dalam praktik, dengan kata-kata pengajar sendiri, bukan kata-kata Anda. Kalimat "bagi antrean menjadi dua kelompok" merupakan perubahan yang bisa dicoba hari Kamis, sedangkan "tingkatkan keterlibatan anak" tidak. Catat hal yang disepakati, dan cari perubahan tersebut lebih dulu pada kunjungan berikutnya sebelum hal lain.
Bagaimana Jika Masalah yang Sama Muncul Dua Kali?
Artinya, percakapan pertama tidak berhasil, dan mengulanginya dengan nada lebih tegas jarang membantu. Tanyakan apa yang menghambat. Sering kali hambatannya ada di tangan Anda, misalnya kelompok yang terlalu besar untuk satu pengajar, ruangan yang tata letaknya membuat anak harus menunggu, atau rencana pelajaran dari lembaga yang tidak cocok untuk kelompok tersebut.
Jika hambatannya berasal dari Anda, perbaiki dan amati kembali. Jika pengajar setuju bahwa perubahan itu penting tetapi belum juga menerapkannya, ikut duduk di kelas kedua lebih cepat tanpa menunggu satu periode penuh, dan jadikan perubahan tersebut satu-satunya hal yang dibahas.
Jika masalahnya menyangkut perilaku atau keselamatan, bukan cara mengajar, persoalan tersebut sama sekali tidak termasuk dalam siklus ini. Keluarkan dari proses observasi dan tangani secara langsung, supaya kunjungan rutin tetap dipahami seluruh tim sebagaimana mestinya.
Untuk pemilik lembaga
Kelola lembaga Anda dengan Happy Kamper
Jadwal, penagihan, absensi, dan update untuk orang tua dalam satu tempat. Lihat demo langsung kami, atau bicara dengan tim kami tentang kebutuhan lembaga Anda.
