Pola Asuh & Perilaku

Berapa Banyak Pasta Gigi yang Harus Digunakan Anak? Takaran Berdasarkan Usia dan Kenapa Fluoride Aman untuk Balita

Pakai pasta gigi berfluoride sejak gigi pertama si kecil tumbuh. Untuk anak di bawah 3 tahun, cukup oleskan sebesar sebutir beras, dan mulai usia 3 tahun, sebesar biji jagung. Dengan takaran ini pasta gigi tetap aman walau tertelan, jadi Mams nggak perlu menunggu anak bisa meludah, asalkan Mams sendiri yang menuangkan pastanya.

Berapa Banyak Pasta Gigi yang Harus Digunakan Anak? Takaran Berdasarkan Usia dan Kenapa Fluoride Aman untuk Balita

Takaran pasta gigi yang bikin aman

Si kecil Mams selalu menelan pasta giginya setiap kali menyikat gigi, jadi Mams mungkin tergoda beralih ke pasta gigi tanpa fluoride atau berhenti memakai pasta gigi sama sekali. Sebaiknya tetap pakai fluoride dan atur takarannya, karena takaran yang terukurlah yang membuat pasta gigi aman walau tertelan, bukan kemampuan anak untuk meludah.

Fluoride adalah bagian dari pasta gigi yang melindungi gigi dari kerusakan. Pedoman klinis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang karies gigi menganjurkan penyikatan gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride untuk setiap anak usia 6 tahun ke bawah, berapa pun risiko gigi berlubangnya.

Berapa takaran pasta gigi anak untuk tiap usia?

Seorang dokter gigi spesialis anak dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) memberikan takaran yang bisa Mams pakai. Untuk anak di bawah 3 tahun, cukup oleskan pasta gigi sebesar sebutir beras. Mulai usia 3 tahun, saat anak biasanya sudah bisa berkumur, takarannya sebesar biji jagung.

Olesan sebesar sebutir beras ternyata lebih sedikit dari yang dibayangkan banyak orang tua. Coba tekan tube pelan-pelan sampai pastanya cuma menutupi ujung beberapa bulu sikat di bagian tengah, bukan memanjang di sepanjang sikat. Takaran sebesar biji jagung bentuknya titik kecil yang bulat, dan tetap jauh lebih sedikit dibanding garis pasta yang ada di gambar kemasan.

Sebaiknya Mams sendiri yang menuangkan pastanya. Anak yang memegang tube biasanya terus memencet sampai sikatnya penuh, dan tube yang ditinggal di dekat wastafel sama saja dengan mengundang anak untuk memakannya.

Amankah kalau pasta giginya tertelan?

Dengan takaran ini, jawabannya aman. Dokter gigi yang sama menjelaskan bahwa pasta gigi berfluoride bisa dipakai sejak gigi pertama tumbuh tanpa perlu menunggu anak bisa berkumur, karena takaran yang sesuai panduan tetap aman walau tertelan.

Risikonya justru datang dari fluoride yang berlebihan dan terus berulang selama gigi permanen sedang terbentuk. Kemenkes menyebut kondisi ini fluorosis, yaitu bintik putih atau cokelat pada gigi permanen, dan mencatat bahwa kondisi ini biasanya terjadi pada anak di bawah usia 8 tahun. Anjuran Kemenkes adalah mengawasi anak saat menyikat gigi supaya takarannya pas dan pastanya nggak tertelan, serta memberikan suplemen fluoride hanya atas rekomendasi dokter gigi atau dokter anak.

Jadi, aturan di rumah sebenarnya sederhana. Mama Papa yang menuangkan pasta ke sikat, wadahnya disimpan di rak yang tinggi, dan nggak ada yang boleh makan pasta gigi sebagai camilan, seenak apa pun rasa stroberinya.

Mulailah dari gigi pertama

Membersihkan gigi sudah harus dimulai begitu gigi pertama muncul. Kemenkes menganjurkan pembersihan gigi dan gusi di pagi hari dan malam sebelum tidur, dengan kain kasa basah atau sikat gigi berbulu lembut.

Kasa yang dililitkan di jari paling gampang dipakai untuk satu atau dua gigi pertama. Begitu gigi yang tumbuh makin banyak, coba ganti ke sikat gigi bayi yang kecil dan lembut, karena bulu sikat bisa menjangkau sela gigi yang nggak terjangkau kasa, lalu tambahkan olesan pasta sebesar sebutir beras sejak gigi pertama.

Cara mengatasi balita yang nggak mau buka mulut saat disikat giginya

Coba duduk di lantai atau di kasur, lalu baringkan si kecil dengan kepala di pangkuan Mams dan wajah menghadap ke atas. Dari posisi belakang, Mams bisa melihat setiap gigi dan kedua tangan Anda tetap bebas, jauh lebih mudah dibanding menyikat gigi anak yang berdiri dan meliuk-liuk menghindar.

Setelah itu, angkat bibir atas dengan satu jari supaya Mams bisa melihat batas antara gigi dan gusi. Sikat dengan gerakan memutar kecil di sepanjang garis tersebut, mulai dari sisi luar setiap gigi, lalu sisi dalam, kemudian permukaan kunyah gigi belakang. Pastikan gerakannya pelan supaya nggak ada gigi yang terlewat.

Mams bisa membiarkan si kecil meludahkan sisa pasta semampunya, dan nggak usah khawatir kalau ia belum bisa, karena dengan takaran ini hal tersebut bukanlah masalah. Kalau ia menutup mulut rapat-rapat, coba nyanyikan lagu yang durasinya sepanjang waktu menyikat, atau biarkan ia menyikat gigi bonekanya dulu baru gantian giginya sendiri.

Waktu sikat gigi mana yang paling penting?

Dua-duanya penting, jadi sikat gigi dua kali sehari, di pagi hari dan malam sebelum tidur, sesuai anjuran Kemenkes. Kalau salah satunya terpaksa dilakukan buru-buru, jaga betul sesi malamnya, karena setelah itu ada masa dimana waktu tanpa makan atau minum berjam-jam.

Sebaiknya jadikan sikat gigi malam sebagai kegiatan terakhir sebelum tidur, setelah susu atau camilan terakhir. Kemenkes juga mengingatkan agar anak tidak diberi susu atau minuman manis dengan dot menjelang tidur, jadi majukan jadwal minum susu sebelum sikat gigi alih-alih sesudahnya.

Siapa yang sebaiknya memegang sikat gigi?

Jawabannya Mams sendiri, dan Anda harus melakukannya lebih lama dari yang mungkin Mams kira. Anak kecil belum bisa menjangkau semua permukaan gigi dengan sikatnya, dan makin banyak rutinitas yang ia kerjakan sendiri, makin banyak pula pasta yang biasanya tertelan.

Coba beri si kecil giliran lebih dulu supaya sikat gigi terasa seperti kegiatannya sendiri, lalu Mams yang menyelesaikannya. Sebaiknya tetap awasi sampai Mams yakin ia bisa menjangkau setiap gigi dan memakai takaran yang pas tanpa perlu diingatkan, persis seperti yang diminta Kemenkes dari orang tua dalam anjurannya tentang fluorosis.

Keterampilan merawat diri seperti ini muncul di usia yang berbeda-beda pada tiap anak. Halaman pemantau tumbuh kembang kami menampilkan tahapan kemampuan merawat diri yang biasanya muncul di tiap usia, jadi Mams bisa melihat apakah sudah waktunya menyerahkan lebih banyak bagian sikat gigi ke si kecil.

Seberapa sering anak perlu ke dokter gigi?

Sebagai rutinitas, anak perlu diperiksa setiap 6 bulan sekali walaupun nggak ada keluhan, sesuai anjuran Kemenkes. Pedoman klinis Kemenkes juga memberi ruang bagi dokter gigi untuk menyesuaikan jadwal ini pada anak usia 6 tahun ke bawah, yaitu setiap 6 hingga 12 bulan untuk anak dengan risiko gigi berlubang rendah, setiap 6 bulan untuk risiko sedang, dan setiap 3 bulan untuk risiko tinggi.

Coba tanyakan di kunjungan pertama, si kecil masuk kelompok risiko yang mana, lalu buat janji untuk kunjungan berikutnya sebelum pulang. Anak yang rutin diperiksa jadi terbiasa duduk di kursi dokter gigi sebelum ada masalah apa pun yang perlu dirawat.

Supaya jadi rutinitas harian

Sikat gigi malam paling mudah jadi kebiasaan kalau dijadikan langkah tetap dalam rutinitas tidur yang sama setiap malam, seperti yang dijelaskan di panduan kami tentang jam tidur anak sesuai usia. Ide camilan sehat sepulang sekolah dari kami bisa membantu soal apa yang menempel di gigi di antara dua waktu sikat gigi, dan cek kesiapan sekolah membahas keterampilan merawat diri yang perlu dilatih sebelum anak mulai sekolah.

Pertanyaan Umum

Umur berapa anak boleh mulai pakai pasta gigi berfluoride?+
Sejak gigi pertama tumbuh, dengan olesan sebesar sebutir beras sampai usia 3 tahun. Mams nggak perlu menunggu anak bisa meludah atau berkumur, asalkan takarannya dijaga.
Berapa takaran pasta gigi untuk anak 3 tahun?+
Sekitar sebesar biji jagung, yaitu titik kecil yang bulat di tengah sikat. Jadi bentuknya bukan garis yang memanjang di sepanjang sikat.
Berapa kali sehari balita perlu sikat gigi?+
Dua kali sehari, di pagi hari dan malam sebelum tidur, dengan pasta gigi berfluoride. Sebaiknya orang tua yang menyikatkan atau menyelesaikan sikat giginya.

Artikel Terkait

Anak Susah Tidur Malam? Hitung Jam Tidur Idealnya dari Jam Bangun
Jenis Masker Anak Anti Polusi, Mana yang Benar-Benar Melindungi dari Kabut Asap dan Abu Vulkanik?
Anak Menggigit Teman di Daycare, Apa yang Perlu Mams Lakukan di Rumah dan Sepakati dengan Gurunya

Temukan Aktivitas Anak Terbaik

Temukan, bandingkan, dan pesan aktivitas terbaik untuk anak Anda di 100+ kota di Indonesia.

Unduh Aplikasi