Parenting & Perkembangan

Dear Parents, Berikut Tips dan Cara Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus

Mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) bagi sebagian orang tua masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dipelajari. Simak 7 tips mengajar anak berkebutuhan khusus dari Happy Kamper!

Dear Parents, Berikut Tips dan Cara Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus

Mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) bagi sebagian orang tua masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dipelajari. Banyak hal yang harus disesuaikan dalam metode mengajarnya. Selain itu, upaya tersebut juga harus diimbangi dengan berbagai terapi yang diperlukan. Kombinasi keduanya diharapkan dapat membuat anak berkebutuhan khusus memiliki tumbuh kembang lebih optimal.

Yuk, pelajari tips mengajar anak berkebutuhan khusus agar proses pembelajarannya bisa dipahami maksimal! Happy kamper telah merangkum 7 tips mengajarkan anak berkebutuhan khusus, simak informasi selengkapnya berikut ini!

1. Membuat Ruang Belajar yang Tertata Rapi

Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya sulit fokus dalam satu aktivitas, oleh sebab itu ciptakanlah ruang belajar yang tertata rapi. Setiap benda ditempatkan di tempat yang semestinya. Contoh, buku ditempatkan di rak, mainan balok di tempat mainan, dan buku di meja. Ruangan yang tertata seperti ini membuat anak lebih mudah untuk berpindah dan berganti dari satu aktivitas ke aktivitas lain.

Ruang kelas yang tertata rapi ini juga bisa membuat ruangan belajar lebih berfungsi dengan baik. Untuk sistem belajarnya apakah dengan kelas atau secara individu, dikembalikan kepada kondisi anak.

2. Menggunakan Musik sebagai Media Pembelajaran

Secara umum, menggunakan musik saat belajar membuat proses mengajar anak dengan special needs menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Beragam suara dan musik yang ditampilkan dipercaya dapat menstimulasi kemampuan otak anak. Kembali lagi, penggunaan media juga perlu menyesuaikan dengan masing-masing case yang dihadapi.

3. Membuat Instruksi yang Mudah

Buatlah instruksi yang mudah dalam setiap pembelajaran yang diajarkan kepada anak dengan berkebutuhan khusus. Sebagai contoh, pecahlah instruksi menjadi  bagian-bagin kecil, tahap demi tahap, dan bagian demi bagian agar lebih mudah dipahami oleh anak. Jangan dulu berorientasi pada hasil akhir, karena fokusnya adalah anak mau meniti setiap proses yang dihadapi.

Dengan demikian, kemampuan anak untuk konsentrasi dalam menekuni satu aktivitas menjadi meningkat.

4. Pembelajaran secara Visual

Anak dengan special needs lebih mudah menangkap sesuatu lewat visual. Parents bisa mengadaptasikannya adalam proses mengajarkan anak. Sebagai contoh, gunakan flash card atau kartu bergambar jika ingin mengajarkan berbagai objek sederhana seperti angka, huruf, hewan, benda di sekitar, dan lain sebagainya.

Penggunaan media visual seperti ini juga memudahkan Parents dan pengajar untuk berkomunikasi dengan anak.

5. Batasi Distraksi

mengajar anak berkebutuhan khusus

Pembatasan distraksi sangat diperlukan saat mengajar anak berkebutuhan khusus. Jauhkan setiap kemungkinan terjadinya distraksi dalam proses belajar. Selain manajemen kelas yang tertata rapi, kemampuan Parents menghalangi distraksi juga diperlukan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat rules di sesi belajar, mengkondisikan keadaan di sekitar ruang belajar anak, dan lain sebagainya.

6. Ciptakan Suasana yang Nyaman dan Bersahabat

tips mengajar anak berkebutuhan khusus

Jadilah teman belajar yang ramah agar anak bisa nyaman saat bersama. Parents bisa ciptakan kondisi demikian dimulai dari diri sendiri. Pastikan saat membersamai anak tidak disambil dengan berbagai aktivitas penting lainnya. Kondisi ini dipercaya dapat membuat anak lebih nyaman dan dihargai.

Fokus pada anak dan dampingi setiap prosesnya. Kesulitan demi kesulitan pasti mereka hadapi, di sanalah orang tua harus senantiasa hadir.

7. Membuat Jadwal Belajar

Tips selanjutnya adalah dengan membuat jadwal. Jadwal ini akan memudahkan Parents menyiapkan berbagai tema di setiap harinya. Jika diikutsertakan di sekolah/kelas anak berkebutuhan khusus tentu jauh lebih. Namun demikian, di rumah pun Parents bisa membuat jadwal belajar untuk anak sesuai perhatian dan kecenderungan anak.

Perlahan Parents akan mulai memahami, apa yang menjadi minat, perhatian, dan kecenderungan dari anak.

8. Ajarkan Kemampuan Bersosialisasi

Ajak anak untuk bersosialisasi, ajarkan secara perlahan agar tidak memunculkan resistensi pada anak. Proses ini bisa dimulai dengan main bersama. Beberapa permainan yang bisa dimainkan bersama antara lain seperti balok susun, bermain gelembung, dan berbagai permainan lainnya.

9. Berikan Jeda dan Waktu Istirahat yang Cukup

Jangan lupa untuk memberikan jeda dalam setiap aktivitas yang anak lakukan. Berikan porsi istirahat yang cukup sehingga ketika anak kembali beraktivitas mereka memiliki suasana hati dan energi yang cukup. Jadi, tak perlu terlalu memaksakan belajar dalam waktu yang lama tanpa memberi jeda. Hal ini hanya membuat anak mudah frustasi dan tantrum.

10. Mengikuti Kelas Stimulasi

Terakhir, tips yang bisa Parents lakukan adalah melibatkan anak dalam berbagai kelas stimulasi. Di kelas stimulasi biasanya konselor atau psikolog telah menyiapkan berbagai sensory play yang menarik. Dengan demikian, Parents juga bisa ikut belajar bersama.

Dengan mengikuti kelas stimulasi juga menghadirkan suasana belajar yang baru pada anak sehingga mereka tidak cepat bosan.

Mencari kelas stimulasi untuk anak berkebutuhan khusus kini semakin mudah, lho! Happy Kamper telah merangkum kelas stimulasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang bisa Parents pilih, simak informasinya berikut ini!

Artikel Terkait

Sudah Buat Resolusi Parenting di Tahun Baru Moms? Sini Merapat!
Manfaat Baby Spa untuk Tumbuh Kembang Bayi
Tips Mematangkan Persiapan Anak Masuk Prasekolah

Temukan Aktivitas Anak Terbaik

Temukan, bandingkan, dan pesan aktivitas terbaik untuk anak Anda di 100+ kota di Indonesia.

Unduh Aplikasi